Menu

Bambang Haryo Soroti Pentingnya Respons Cepat Tim Penyelamat dalam Kecelakaan Laut

Agustus 5, 2026
Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono/Foto : Istimewa

SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan pentingnya percepatan waktu tanggap tim penyelamat dalam setiap kecelakaan laut menyusul insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.

Menurut BHS, korban yang telah berhasil menyelamatkan diri ke laut tetap menghadapi risiko tinggi apabila pertolongan datang terlambat.

“Yang menjadi perhatian adalah waktu tanggap penyelamatan harus jauh lebih cepat. Jangan sampai korban yang sudah berhasil menyelamatkan diri di laut justru terlambat mendapatkan pertolongan,” kata BHS di Surabaya, Senin (3/8/2026).

Ia mencontohkan Filipina yang menerapkan target waktu tanggap penyelamatan laut tidak lebih dari 30 menit. Standar tersebut dinilai layak menjadi acuan dalam meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan penyelamatan di Indonesia.

BHS juga mengapresiasi awak KMP Mutiara Sentosa 2 yang telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membagikan jaket pelampung kepada penumpang serta menyiapkan rakit penolong untuk proses evakuasi darurat.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi seluruh sarana penyelamatan, termasuk penggunaan helikopter Basarnas apabila kondisi di lapangan memungkinkan sehingga proses pencarian korban dapat berlangsung lebih cepat.

Menurut BHS, keterlambatan pertolongan dapat meningkatkan risiko korban mengalami hanyut, kelelahan, dehidrasi, bahkan meninggal dunia saat menunggu bantuan di laut.

Baca Juga :  Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter

Karena itu, ia meminta sistem respons darurat kecelakaan pelayaran dievaluasi secara menyeluruh agar koordinasi antarlembaga dan kecepatan penyelamatan terus ditingkatkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Berdasarkan data sementara hingga Minggu pukul 18.00 WIB, sebanyak 232 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 227 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode