Menu

Demi Indonesia Emas 2045, GBRAN DPD Jatim Hadirkan Program Sekolah Gratis untuk Anak Papua

Agustus 5, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Pemerataan pendidikan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah Indonesia Timur yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya fasilitas sekolah, akses pendidikan, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil membuat masih banyak anak bangsa yang belum memperoleh hak pendidikan secara setara. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) Jawa Timur.

Ketua DPD GBRAN Jawa Timur, Rudi Gaul, mengatakan pihaknya menemukan berbagai persoalan pendidikan saat melakukan kunjungan ke sejumlah provinsi di Indonesia. Menurutnya, masih banyak sekolah dengan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar kelayakan, sehingga berdampak pada rendahnya akses pendidikan bagi anak-anak di daerah.

“Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak Indonesia. Siapa pun mereka, seluruh anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Rudi, Selasa (4/8/2026).

Rudi mengungkapkan, di lapangan pihaknya masih menjumpai anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena terkendala biaya, fasilitas, maupun akses pendidikan. Berangkat dari kondisi tersebut, GBRAN berupaya menghadirkan solusi nyata melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Karangan Bunga dari Wali Kota Surabaya, DPRD, AMP dan GBRAN Warnai Hari Keempat Duka Keluarga Indah Sutoko

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama dengan SMK Analisis Kesehatan di Jember. Melalui program tersebut, tersedia kuota bagi 100 siswa untuk menempuh pendidikan tanpa dikenakan biaya uang gedung maupun SPP.

Tak hanya itu, para siswa juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, seperti seragam sekolah gratis dan asrama (mess) tanpa biaya, sehingga dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

“Bahkan seragam pun gratis, termasuk fasilitas mess yang juga disediakan secara cuma-cuma,” jelas Rudi.

Bagi orang tua yang belum mengizinkan anaknya tinggal di asrama, sekolah juga menyediakan alternatif pembelajaran secara daring. Menurut Rudi, kebijakan tersebut diharapkan mampu menghapus berbagai kendala ekonomi maupun geografis yang selama ini menjadi alasan anak-anak putus sekolah.

Program ini kemudian disosialisasikan ke seluruh jaringan GBRAN, mulai dari DPD hingga DPC di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua Induk, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

Hasilnya, 24 pelajar asal Papua berhasil diberangkatkan ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mereka dijemput oleh tim GBRAN sebelum diberangkatkan ke Jember untuk memulai kegiatan belajar.

Baca Juga :  Ketua GBRAN DPC Surabaya Tinjau Lokasi Wisata Perahu Kali Tebu, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Menurut Rudi, program tersebut mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa di Papua. Banyak keluarga mengaku bersyukur karena anak-anak mereka kini memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik tanpa terbebani biaya yang besar.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Pendidikan, kata dia, merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa kualitas SDM dan pendidikan anak-anak merupakan kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Rudi menambahkan, perjuangan mewujudkan pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti sebatas wacana. Menurutnya, memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di Indonesia Timur merupakan bentuk nyata investasi untuk masa depan bangsa.

“Kami akan terus memperjuangkan agar saudara-saudara kita di Indonesia Timur yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama dan layak,” pungkasnya.

 

(GBRAN Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode