Menu

Karangan Bunga dari Wali Kota Surabaya, DPRD, AMP dan GBRAN Warnai Hari Keempat Duka Keluarga Indah Sutoko

Agustus 5, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga Indah Sutoko menjelang hari keempat berpulangnya putra tercinta, Almarhum Asseck Ananda Saputra. Sejak kabar duka tersebut tersebar, ungkapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi yang bergerak di bidang politik, hingga pejabat eksekutif dan legislatif.

Pantauan di rumah duka pada Rabu (5/8/2026), sejumlah karangan bunga memenuhi halaman rumah sebagai bentuk penghormatan, doa, dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Di antara karangan bunga yang telah tiba, tampak kiriman dari Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., Wali Kota Surabaya. Ucapan belasungkawa juga datang dari BPK. Abdul Malik, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, serta Yuga Pratisabda Widyawasta, S.T., anggota DPRD Kota Surabaya sekaligus Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya.

Selain itu, karangan bunga juga dikirim oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) yang dipimpin H. Holis selaku Ketua Umum, serta dari Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) melalui H. Holis selaku Ketua DPC GBRAN Kota Surabaya. Kehadiran karangan bunga dari berbagai unsur tersebut menjadi bentuk penghormatan, kepedulian, dan solidaritas kepada keluarga yang tengah berduka.

Baca Juga :  Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Indah Sutoko sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di kawasan Surabaya Utara. Sosoknya dikenal sederhana, bijaksana, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP), ia juga dipercaya sebagai Penasihat Ormas Aliansi Masyarakat Perantau (AMP).

Di tengah duka yang mendalam, Indah Sutoko menunjukkan ketegaran dan keikhlasan dalam menerima musibah yang menimpa keluarganya.

“Saya bersyukur dengan kejadian ini. Saya anggap Allah sayang sama saya, khususnya sama anak saya. Secara manusiawi saya sedih, namun saya sadar bahwa semua ini hanya sebatas titipan,” ujar Indah Sutoko.

Ucapan tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keikhlasan seorang ayah yang berusaha menerima takdir Ilahi meski harus kehilangan buah hati yang sangat dicintainya.

Hingga saat ini, para pelayat masih terus berdatangan untuk memberikan doa, dukungan moral, dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat serta kiriman karangan bunga dari pemerintah, legislatif, organisasi kemasyarakatan, dan Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) menjadi bukti besarnya rasa simpati dan penghormatan kepada keluarga Indah Sutoko di tengah masa berduka.

Baca Juga :  Tak Beri Ruang Pengedar, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Dua Pekan

Semoga Almarhum Asseck Ananda Saputra mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin.

 

(Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode