SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagerngumbuk, Kabupaten Sidoarjo, yang dinilai telah menerapkan standar tinggi dalam pengolahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukannya, Bambang Haryo memeriksa secara menyeluruh proses operasional mulai dari pengelolaan limbah, sanitasi dapur, penyimpanan bahan pangan, hingga kualitas makanan yang akan didistribusikan kepada para pelajar.
Menurutnya, seluruh tahapan produksi telah berjalan sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional sehingga mampu menjamin mutu makanan yang diterima siswa.
“Seluruh proses di SPPG Pagerngumbuk telah mengikuti standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN,” kata Bambang Haryo.
Politikus yang akrab disapa BHS tersebut menjelaskan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem penyimpanan bahan pangan. Beras premium ditempatkan pada ruangan dengan suhu dan kelembapan yang terkendali, sementara bahan segar seperti daging ayam wajib disimpan dalam freezer sebelum diolah.
Ia menilai pengelolaan tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas bahan baku sekaligus mencegah risiko kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan penerima manfaat.
“Semua saya cek, mulai dari IPAL sampai penyimpanan bahan makanan. Suhu ruangan, kelembapan, pendinginan semuanya diperhatikan. Ayam dan bahan segar disimpan di freezer dan tidak boleh terlalu lama berada di luar sebelum dimasak karena bisa menyebabkan pembusukan. Ini menurut saya sudah sangat baik,” ujarnya.
Tak hanya meninjau fasilitas, Bambang Haryo juga mencicipi menu yang dipersiapkan SPPG. Ia menyebut makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang baik meskipun tidak menggunakan MSG.
Menurutnya, penggunaan bahan baku berkualitas menjadi salah satu faktor yang membuat makanan tetap lezat sekaligus sehat untuk dikonsumsi anak-anak sekolah.
Ia juga mengapresiasi penggunaan air mineral berkualitas serta beras premium sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan gizi terbaik.
Bambang Haryo berharap standar yang diterapkan SPPG Pagerngumbuk dapat direplikasi di berbagai daerah agar kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin merata.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, keamanan pangan, serta dampaknya terhadap peningkatan kesehatan anak Indonesia.
“Dengan standar seperti ini, saya optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa,” pungkasnya.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini