SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas kesehatan, semangat belajar, hingga produktivitas tenaga pendidik.
Pernyataan itu disampaikan Bambang Haryo saat melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan Program MBG di SMA Negeri 1 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (28/7). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung proses distribusi makanan sekaligus berdialog dengan pihak sekolah mengenai pelaksanaan program sejak awal tahun ajaran baru.
BHS mengapresiasi kebijakan pemerintah yang kini memperluas penerima manfaat MBG. Tidak hanya siswa, para guru juga mulai menerima paket makan bergizi dengan menu yang sama, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar. Guru yang memperoleh asupan gizi yang baik akan memiliki kondisi fisik yang lebih prima dalam menjalankan aktivitas pembelajaran, sementara siswa dapat mengikuti pelajaran hingga siang hari dengan energi yang tetap terjaga.
“Anak-anak sekarang mendapatkan makanan bergizi yang lebih baik. Mereka lebih semangat belajar sampai siang dan guru-guru juga kini menerima MBG sehingga semakin berenergi. Program ini harus terus dilanjutkan karena menjadi investasi untuk menyiapkan generasi unggul menghadapi bonus demografi dan persaingan global,” kata Bambang Haryo.
Ia menjelaskan, selama ini banyak siswa hanya mengandalkan uang saku sekitar Rp10 ribu untuk membeli makanan di luar sekolah. Keterbatasan anggaran tersebut membuat sebagian besar siswa memilih makanan instan atau cepat saji yang belum tentu memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Dengan hadirnya Program MBG, menurut BHS, siswa memperoleh makanan yang telah disusun berdasarkan kebutuhan nutrisi sehingga dapat mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kemampuan belajar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Ririn, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG disambut sangat antusias oleh seluruh warga sekolah. Sejak pertengahan Juli 2026, para guru juga ikut menerima paket makanan bergizi dengan menu yang sama seperti siswa.
“Mulai tahun ajaran ini, sekitar pertengahan Juli, bapak ibu guru juga menerima MBG. Menunya sama dengan anak-anak, ada sayur dan lauk sehingga kebutuhan gizi juga terpenuhi. Alhamdulillah, tidak ada pembedaan antara guru dan siswa,” ujarnya.
Bambang Haryo berharap pelaksanaan MBG terus diperkuat dengan menjaga kualitas bahan makanan, ketepatan distribusi, serta pengawasan yang konsisten agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Ia optimistis program tersebut akan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini