Publikasiterkini.com° Surabaya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI turun langsung ke Surabaya mengawasi pelaksanaan proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 yang digelar Polda Jatim di SMKN 5 Surabaya, Sabtu (25/4).
Dalam pengawasan yang dilakukan, Kompolnas mengecek dan mengawasi pelaksanaan tes psikologi calon siswa taruna Akpol yang digelar di SMKN 5 Surabaya.
Komisioner Kompolnas M Choirul Anam mengatakan, kedatanganya kali ini untuk mengawasi secara langsung tahapan tes psikologi casis Akpol. Pihaknya memastikan tidak ada bentuk kecurangan atau upaya pelanggaran hukum.
“Semangatnya memang akuntabilitas. Enggak boleh ada kecurangan, tidak boleh ada sesuatu yang memang melanggar hukum. Oleh karena itu, komitmen Mabes Polri dengan Kompolnas memastikan itu semuanya berjalan,” ujarnya di SMKN 5 Surabaya, Sabtu (25/4).
Dia menambahkan, mekanisme perekrutan karakter dasarnya adalah partisipatif melibatkan masyarakat. Seperti di tahap tes psikologi ada melibatkan dari Himpunan Psikologi. Kemudian partisipasi itu melibatkan dari peserta sendiri yang menjadi pengawas karena sistemnya terbuka.
Pihaknya menyebutkan di penyelenggaraan tes psikologi sudah dicek bagaimana penyelenggaraanya. Para peserta sudah mendapat informasi yang cukup, panitia juga sudah melakukan pengecekan tidak boleh ada alat elektronik atau HP di ruang tes, dan hasil juga bisa langsung diketahui oleh peserta.
“Apabila ada komplain ini disediakan juga rekan Propam, barcode spesifik untuk apa namanya rekrutmen ini. Jadi publik luas, orang tua, teman, saudara, bahkan peserta ketika memang ada informasi dari sebagainya ya yang mencerminkan ada pelanggaran dan sebagainya silakan komplain di barcode,” terangnya.
Apabila tidak tahu barcode komplain bisa langsung dilakukan ke panitia, Irwasda, dan Propam di Polda Jatim atau bisa langsung ke Kompolnas.
“Kami ingatkan masyarakat atau keluarga kalau ada yang memberi janji-janji manis apalagi melibatkan uang dan sebagainya ya jangan percaya. Kalau ada informasi itu segera lapor ke kami nanti pasti akan ditindak,” terangnya.
Ia menegaskan, proses seleksi di Akpol sangat ketat sekali dan masing-masing peserta menjadi pengawas bagi peserta yang lain. “Sehingga nggak memungkinkan berbuat curang,” ucapnya.
Editor: Sofi H
Narsum: rs


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini