Menu

Antara Bertahan Hidup dan Hak Anak: Menilik Tingginya Angka Anak Bekerja di Jawa Timur

April 25, 2026

Publikasiterkini.com° Jakarta– Di tengah gembar-gembor program sosial dan kesejahteraan, serta pendidikan, ternyata masih banyak anak-anak di Indonesia yang harus merelakan waktu bermainnya untuk bekerja.

Berdasarkan laporan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), ada 1,83 juta anak Indonesia yang bekerja.

Dalam laporan terbaru bertajuk “Keterlibatan Anak dalam Aktivitas Ekonomi: Antara Strategi Rumah Tangga dan Tantangan Perlindungan Anak” dalam Labor Market Brief Volume 7 Nomor 3, yang dirilis Maret 2026 tersebut, peneliti Muhammad Hanri, Ph.D dan Nia Kurnia Sholihah, M.E mencatat dari 1,83 juta anak Indonesia yang bekerja, terbanyak di Jawa Timur.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah pekerja anak terbanyak yakni sekitar 256 ribu anak. Disusul Jawa Barat dengan 230 ribu anak dan Jawa Tengah dengan 172 ribu anak.

Selain Jawa, angka signifikan juga ditemukan di Sumatera Utara (178 ribu), NTT (99 ribu), dan Sulawesi Selatan (88 ribu).

Secara nasional, lebih dari 72 persen pekerja anak masih bersekolah, sementara 26 persen sudah tidak sekolah dan 2 persen tidak pernah sekolah.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Bulak Banteng Madya: Desak Penertiban 'Pasar Tumpah' ke DPRD Surabaya!

Hanri menegaskan bahwa fenomena pekerja anak tidak hanya terjadi di daerah tertinggal, tetapi juga di wilayah dengan basis ekonomi besar.

“Fenomena ini nyata di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Artinya, pekerja anak bukan hanya masalah di daerah miskin, tetapi juga di pusat ekonomi besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Laporan ini menyoroti bahwa anak laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan berbayar dan cenderung putus sekolah lebih awal.

LPEM FEB UI menekankan bahwa anak-anak yang bekerja sambil sekolah menghadapi risiko besar terhadap pendidikan mereka.

 

Editor: Sofi H

Narsum: rs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode