Menu

Dishub Jatim Antisipasi 14 Titik Pasar Tumpah Saat Mudik Lebaran 2026

Maret 15, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pasar tumpah yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas selama masa libur dan arus mudik Idulfitri 2026. Sedikitnya terdapat 14 titik pasar tumpah yang dipetakan berada di sejumlah jalur strategis yang kerap dilalui pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, aktivitas perdagangan yang meluber hingga ke badan jalan kerap menjadi pemicu perlambatan arus kendaraan, terutama saat volume lalu lintas meningkat menjelang Lebaran.

“Selama masa libur Lebaran Idul Fitri 2026 terdapat 14 titik pasar tumpah di Jawa Timur yang perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan,” ujar Nyono kepada Radar Surabaya, Minggu (15/3).

Menurutnya, pasar tumpah biasanya muncul akibat tingginya aktivitas jual beli menjelang hari raya. Kondisi tersebut membuat pedagang maupun pembeli memanfaatkan ruang jalan untuk bertransaksi maupun parkir kendaraan. Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kelancaran arus mudik, Dishub Jatim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait guna melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan pasar.

“Pengaturan dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, tetapi tidak sampai mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama di jalur yang menjadi lintasan pemudik,” jelasnya.

Baca Juga :  Bukan Karena Kelangkaan Tebu, Ternyata Ini Biang Kerok Harga Gula Melejit di 171 Daerah

Beberapa pasar tumpah bahkan berada di jalur penghubung antarkabupaten hingga jalan nasional. Karena itu, Dishub Jatim menyiapkan sejumlah langkah antisipasi seperti penempatan petugas di lapangan, rekayasa lalu lintas, hingga pengaturan parkir kendaraan di sekitar pasar.

Dari hasil pemetaan, wilayah Kabupaten Bangkalan menjadi daerah dengan jumlah pasar tumpah terbanyak, yakni tiga lokasi. Ketiganya berada di Pasar Tanah Merah di Jalan Tanah Merah, Pasar Blega di Jalan Raya Desa Blega, serta Pasar Galis di Jalan Raya Galis.

Sementara di Kota Surabaya terdapat tiga titik yang kerap memicu kepadatan lalu lintas, yakni Pasar Wonokromo di Jalan Stasiun Wonokromo, kawasan Jalan Pasar Kembang, serta Jalan Genteng Besar.

Di Kabupaten Lamongan, pasar tumpah berada di Pasar Babat di Jalan Raya Banaran. Kemudian di Kabupaten Nganjuk terdapat Pasar Bagor di Jalan Raya Nganjuk KM 5–7, Kecamatan Bagor.

Selanjutnya di Kabupaten Sampang, pasar tumpah berada di Pasar Ikan Camplong di Jalan Raya Tanjung, Kecamatan Camplong.Di Kabupaten Sidoarjo, titik pasar tumpah berada di Pasar Krian di Jalan Raya Krian. Sementara di Kabupaten Lumajang terdapat dua titik, yakni Pasar Ranuyoso di Jalan Raya Ranuyoso dan Pasar Klakah di Kecamatan Klakah.

Baca Juga :  Kecewa Penanganan Kasus Lambat, Warga Camplong Siap Lapor ke Propam Polda Jatim

Adapun di Kabupaten Malang, pasar tumpah berada di Pasar Lawang di Jalan Raya Thamrin serta Pasar Singosari di Jalan Raya Singosari.Selain pasar tumpah, Dishub Jatim juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di jalan tol selama periode mudik Lebaran.

Beberapa di antaranya adalah Exit Tol Bandar, Exit Tol Pandaan, KM 12 Tol Surabaya–Gempol atau Jembatan Gunungsari, Gate Tol Sidoarjo II, Gate Tol Japanan Utama, KM 763 Tol Porong–Sidoarjo, serta Gate Tol Singosari.Di jalur arteri, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di sejumlah ruas utama, seperti Exit Manyar Gresik–Tuban (Pantura), Duduksampeyan, dan Jalan Pegaden dari Tugu Manyar hingga simpang tiga Tol Manyar di Kabupaten Gresik.

Sementara di Kota Surabaya, titik rawan kepadatan berada di Exit Tol Warugunung, Jalan Ir Soekarno MERR, serta Jalan Rolak Gunungsari.

Beberapa titik lainnya juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan, seperti By Pass Krian, Jalan Raya Sepanjang, dan Simpang Tiga Medaeng di Sidoarjo, Simpang Empat Kenanten dan Jalan Raya Mojoagung di Mojokerto, hingga Exit Tol Bandar dan perlintasan sebidang Bandar di Jombang.

Potensi kemacetan juga diperkirakan terjadi di kawasan wisata dan jalur utama lainnya seperti Jalan Ir Soekarno, Jalan Pattimura, dan Simpang Pendem di Kota Batu, serta Jalan Raya Tlogomas, Jalan Panji Suroso, dan Jalan Kolonel Sugiono di Kota Malang.(*)

Baca Juga :  Data Penumpang Tidak Tercatat, Bambang Haryo Minta Optimalisasi Terminal Rajabasa

Red•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode