Menu

Obat Rindu Masakan Rumah, Ikan Teri dan Terasi Bawang Jadi “Teman” Jemaah Haji di Arab Saudi

April 26, 2026

Publikasiterkini° Tangerang _ Keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci selalu diwarnai dengan berbagai persiapan unik. Selain kesiapan fisik dan mental, membawa “bekal khusus” berupa lauk pauk khas Nusantara menjadi tradisi yang tak terpisahkan bagi para jemaah untuk menjaga nafsu makan selama di Arab Saudi.

​Di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (25/4/2026), sejumlah jemaah asal Jakarta Timur tampak antusias memulai perjalanan ibadah mereka. Di balik koper-koper besar mereka, terselip aneka lauk kering yang tahan lama.

Siwang dan Kentang Mustofa Jadi Favorit

​Bona Jamilah, salah satu jemaah asal Jakarta Timur, mengaku membawa kombinasi Siwang (terasi bawang) dan kentang mustofa sebagai senjata ampuh saat selera makan menurun.

​”Bawa siwang, terasi sama bawang. Kalau makan itu jadi nafsu. Bawa kentang mustofa juga,” ujar Jamilah.

​Tak hanya urusan perut, Jamilah yang berangkat bersama anaknya ini juga sangat memperhatikan faktor kesehatan. Mengingat cuaca dan aktivitas fisik yang berat, ia membawa persediaan obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi.

​”Bawa sejumlah obat-obatan seperti obat diabetes dan darah tinggi,” tambahnya. Bagi Jamilah, keberangkatan tahun ini adalah penantian panjang yang berbuah manis setelah mengantre selama 13 tahun.

Baca Juga :  Wakapolri: Hibah Lahan Mako Brimob Perkuat Keamanan Masyarakat dan Proyek Strategis Nasional di Kolaka

Bawa Secukupnya Sebagai Pendamping Katering

​Senada dengan Jamilah, jemaah haji lainnya, Tuti Hartini, juga menyiapkan lauk kering serupa. Menu ikan teri dan kentang mustofa menjadi pilihannya untuk dibawa ke Tanah Suci.

​Meski membawa bekal dari rumah, Tuti mengaku tidak membawa dalam jumlah yang berlebihan. Ia tetap mengandalkan fasilitas konsumsi yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara ibadah haji.

​”Ikan teri dan kentang mustofa. Tapi tidak bawa banyak, karena di sana juga sudah tersedia katering selama pelaksanaan ibadah haji,” jelas Tuti.

​Membawa lauk kering memang menjadi strategi lazim bagi jemaah haji Indonesia. Selain untuk mengobati rasa rindu pada masakan rumah, lauk-pauk ini sangat praktis dikonsumsi kapan saja di sela-sela padatnya rangkaian ibadah di Mekkah maupun Madinah. iN

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode