Menu

Trans Sumatera Hampir Rampung, BHS Ingatkan Pemerintah Siapkan Kereta Buatan Dalam Negeri

Maret 7, 2026
Kunjungan BHS di PT INKA Madiun Jawa Timur/Foto : Istimewa

Madiun – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan sarana perkeretaapian nasional yang diproduksi di dalam negeri seiring dengan pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatera.

Hal tersebut disampaikan BHS saat melakukan kunjungan kerja ke PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur, Jumat (6/3).

Ia menilai INKA memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan transportasi massal nasional karena merupakan satu-satunya industri manufaktur kereta api di Asia Tenggara.

“INKA ini industri yang sangat strategis, sehingga pemerintah harus memperhatikannya,” ujar BHS.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan dukungan konkret agar perusahaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan kereta dan lokomotif di dalam negeri.

BHS juga menyoroti rencana pengadaan 54 lokomotif oleh operator kereta api nasional. Ia meminta agar kebutuhan tersebut diprioritaskan kepada industri dalam negeri.

“Karena sudah ada INKA, PT KAI seharusnya memesan ke INKA, bukan ke luar negeri,” katanya.

Selain itu, ia menilai pembangunan jaringan Trans Sumatra Railway akan meningkatkan kebutuhan kereta api secara signifikan.

Proyek strategis nasional tersebut dirancang membangun jaringan rel kereta api terpadu sepanjang sekitar 2.100 kilometer dari Lampung hingga Medan.

Baca Juga :  Bambang Haryo Soroti Kenaikan Avtur, Sebut Tiket Pesawat Tak Perlu Naik

Menurut BHS, pembangunan jalur tersebut saat ini tinggal menyelesaikan sekitar 1.000 kilometer lagi.

“Jika Trans Sumatera selesai, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan sangat besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jaringan kereta api terpadu akan mempercepat distribusi logistik serta meningkatkan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera.

Dengan potensi tersebut, pemerintah dinilai perlu mempersiapkan transportasi publik dengan kapasitas besar yang mampu melayani kebutuhan penumpang dan barang.

“Kondisi seperti ini harus diantisipasi dengan transportasi publik super massal,” kata BHS.

BHS berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan terhadap industri kereta nasional agar Indonesia semakin mandiri dalam sektor transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode