Publikasiterkini° Sumenep _ Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim, angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan aksi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kangayan. Aksi para relawan yang kedapatan berkaraoke, berjoget, hingga menabur uang di dalam area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut menuai kritik tajam karena dinilai tidak etis.
Peristiwa tersebut melibatkan oknum relawan dari SPPG Cendikia Waskita, Desa/Kecamatan Kangayan, pada Senin (6/4/2026). Menanggapi hal itu, Wabup Imam Hasyim menegaskan bahwa fasilitas negara yang diperuntukkan bagi program pemenuhan gizi tidak seharusnya digunakan untuk kegiatan hiburan pribadi.
“Kami turut prihatin dengan tindakan tersebut. Pasalnya, tindakan seperti itu berpotensi mengganggu efektivitas relawan yang sedang bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Kalau mau menghilangkan penat, sebaiknya di luar SPPG saja,” ujar Imam Hasyim, Kamis (9/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak tinggal diam. Imam menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG setempat untuk menindaklanjuti insiden ini. Tidak hanya soal etika relawan, Pemkab berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG di wilayah tersebut.
Poin-poin evaluasi yang akan dilakukan meliputi:
- Aspek Pelaksanaan: Meninjau kembali disiplin kerja para relawan di lapangan.
- Operasional: Memastikan fasilitas dapur hanya digunakan untuk keperluan program.
- Kualitas Menu: Memastikan gizi yang dibagikan sesuai dengan standar kesehatan.
Wabup mengingatkan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah agenda serius pemerintah untuk masa depan generasi muda. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pegawai hingga mitra, untuk menjaga marwah program ini.
“Ini sebagai upaya kami untuk memastikan menu MBG berdampak positif kepada penerima manfaat. Karena, salah satu tujuan MBG ini untuk mengurangi stunting dan meningkatkan kecerdasan anak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Koordinator Wilayah SPPG Kangayan belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi yang akan diberikan kepada para relawan yang terlibat dalam video tersebut. bo
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini