Publikasi-terkini.com° Krisis ekonomi global yang terjadi berkepanjangan dampaknya juga dirasakan oleh Indonesia. Dimana krisi ekonomi global menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi perekonomian masyarakat Indonesia.
Dampaknya, jumlah penduduk rentan miskin di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan bahwa amanat konstitusi adalah mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan meningkat di tengah berbagai tantangan dan krisis, baik nasional maupun global,” ujarnya.
Tekanan Kelas Menengah
Laki-laki yang akrab disapa Cak Imin ini menyoroti bahwa kelas menengah Indonesia kini menghadapi tekanan berat akibat guncangan ekonomi global.
Ia menilai kerentanan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh arah kebijakan pembangunan beberapa dekade terakhir.
“Kelas menengah kita adalah kelas yang memiliki kerentanan akibat goncangan ekonomi yang bersumber dari berbagai masalah baik nasional maupun di tingkat global,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, jumlah penduduk miskin di Indonesia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup konsisten.
Pada Maret 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin sekitar 25,9 juta orang atau sekitar 9,36 persen dari total populasi.
Angka ini kemudian turun pada September 2024 menjadi 25,22 juta orang atau 8,57 persen.(*)
Red•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini