Publikasiterkini.com° Surabaya _ Terobosan baru dalam pelayanan kepulangan jemaah haji resmi dimulai di Jawa Timur.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menghadirkan teknologi mutakhir bernama Seamless Corridor untuk memangkas waktu antrean pemeriksaan keimigrasian secara signifikan setibanya jemaah di Tanah Air.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi inovasi sistem keimigrasian ini saat menyambut kedatangan
kelompok terbang pertama jemaah haji Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin malam.
“Ini ekosistem digital yang disiapkan oleh pihak Imigrasi sangat luar biasa. Jemaah tidak perlu mengantre lama.
Cukup memegang paspor, melihat ke kamera, dan sensor akan langsung membaca iris mata mereka tanpa harus dicap manual,” ujar Khofifah yang juga menjabat sebagai Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya.
Pangkas Waktu Pemeriksaan Imigrasi dari 3 Jam Menjadi 40 Menit
Penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate ini terbukti membawa efisiensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan metode konvensional tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa teknologi identifikasi biometrik iris mata ini langsung mencocokkan data fisik jemaah dengan manifes penerbangan secara real-time.
Melalui pemeriksaan iris mata, data seseorang yang terdaftar dalam penerbangan akan langsung terverifikasi secara otomatis.
Melalui sistem ini, satu kloter yang berisi 378 jemaah haji dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 40 menit, ungkap Novianto. (*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini