Publikasiterkini° Surabaya _ Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi ugal-ugalan salah satu armada Suroboyo Bus di kawasan Jalan Raya Prapen, Kota Surabaya. Insiden yang terekam dalam video amatir warga tersebut sontak memicu keresahan masyarakat dan menjadi sorotan tajam.
Merespons kejadian yang membahayakan nyawa publik ini, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Juliana Eva Wati, mendesak pihak pengelola dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja para pengemudi (driver) transportasi publik tersebut.
“Evaluasi terhadap sopir Suroboyo Bus yang ugal-ugalan ini sangat diperlukan, mengingat masalah seperti ini sudah beberapa kali mendapat sorotan,” tegas Juliana saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Kronologi Singkat: Pepet Pengendara Motor
Dalam video amatir yang beredar luas di berbagai platform digital, armada bus milik Pemkot Surabaya itu terlihat melakukan manuver agresif di tengah padatnya lalu lintas Jalan Raya Prapen. Bus tampak berpindah lajur secara mendadak hingga memepet seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sampingnya.
Aksi tersebut dinilai sangat fatal karena mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan berkendara yang wajib dijunjung tinggi oleh penyedia layanan transportasi massal.
Desak Jam Kerja Dipantau dan Tes Kesehatan Rutin
Untuk mencegah pelanggaran SOP serupa terulang di masa depan, politisi muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta pihak manajemen lebih peka terhadap kondisi fisik serta beban kerja para pengemudi di lapangan. Faktor kelelahan diduga kuat menjadi salah satu pemicu hilangnya konsentrasi driver di jalan raya.
Juliana menekankan dua poin krusial yang harus segera dibenahi:
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Memastikan seluruh kru bus dalam kondisi prima sebelum mengaspal.
- Manajemen Jam Kerja: Memantau waktu kerja para sopir agar tidak melebihi batas kemampuan fisik mereka.
“Jam kerja harus dipantau sesuai kemampuan, serta tidak boleh dipaksa. Hal ini sangat penting, mengingat kendaraan transportasi umum ini membawa nyawa dari warga Surabaya,” tutur Juliana.
Taruhannya Kepercayaan Masyarakat
Menurut Juliana, sikap abai terhadap standar keselamatan tidak hanya memicu kelalaian fatal atau kecelakaan, tetapi juga bisa merusak citra transportasi publik yang sedang gencar dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Ia berharap Dishub Kota Surabaya segera memberikan klarifikasi resmi dan mengambil langkah konkret terkait pengawasan operasional armada di lapangan. Jangan sampai kerja keras mengajak masyarakat beralih ke transportasi massal justru gembos akibat ulah oknum sopir.
“Jangan sampai hal ini membuat warga Surabaya menjadi ragu dan merasa tidak aman untuk menaiki transportasi umum, khususnya Suroboyo Bus,” pungkasnya.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini