Publikasiterkini.com // Sidoarjo – Proses administrasi lahan untuk pembangunan Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang baru di Kabupaten Sidoarjo terus dipercepat. Pembangunan ponpes di atas lahan seluas 4.100 meter persegi itu ditargetkan memulai konstruksi pada akhir 2025.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melibatkan tiga direktorat jenderal dalam proyek ini, yaitu Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Ketiganya bertugas memastikan pembangunan berjalan sesuai standar teknis nasional.
“Dalam hal ini kami di Ditjen Cipta Karya ditugaskan untuk melakukan audit terhadap keandalan bangunan dari pondok pesantren,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, saat meninjau lokasi di Jalan Siwalan Panji II, Buduran, Sidoarjo, Jumat (14/11/2025).
Dewi menilai lahan milik Yayasan Al Khoziny sangat layak untuk ponpes baru karena berlokasi strategis dan memiliki akses dekat dengan jalan raya. Audit teknis dilakukan untuk menjamin bangunan memenuhi standar keamanan serta kenyamanan bagi santri.
“Dari hasil audit tersebut dapat diketahui dan dapat memberikan rekomendasi perbaikan-perbaikan apa yang harus dilakukan untuk ponpes,” jelasnya.
Audit mencakup berbagai aspek, seperti kekuatan struktur bangunan, manajemen proteksi kebakaran (MPB), kelistrikan, instalasi penangkal petir, hingga fasilitas air minum dan sanitasi.
“Harapan kami, ke depan pondok pesantren ini memiliki bangunan dan infrastruktur yang layak dan sesuai dengan standar keteknisan,” tegas Dewi.
Saat ini, Ditjen Cipta Karya sedang menyiapkan detail engineering design (DED) yang ditargetkan segera disetujui. Proses administrasi tanah juga dipercepat agar pembangunan dapat dimulai sesuai jadwal pada akhir 2025.
(Basri/rri)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini