Menu

Oknum Guru Ngaji MZ Ditangkap: Terbukti Cabuli 7 Murid di Bawah Umur

Mei 10, 2026

Publikasiterkini.com° SurabayaTindakan Guru Ngaji inisial MZ, warga Kota Surabaya, melebihi tipu daya iblis. Pria berusia 22 tahun tersebut tega memperdaya 7 murid laki laki, masih di bawah umur.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, peristiwa ini dilakukan MZ di salah satu pondok pesantren, di kawasan Genteng Kali, Kota Surabaya.

“Aksi yang dilakukan MZ ini secara bergantian kepada 7 muridnya, selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Dari 2025 sampai 2026,” ujar Kombespol Luthfie, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, korban beraktivitas setiap Jumat sampai dengan Minggu, atau lebih tepatnya seperti program pesantren kilat.

Pelaku melancarkan tindakan bejatnya pada malam hari.

“Ketika suasana pondok sudah sepi. Pelaku diam-diam masuk ke kamar para murid kemudian memaksa melakukan hal yang tak pantas,” bebernya.

Meski para korban mengetahui aksi pelaku, namun mereka takut dan memilih untuk pura-pura tidur. Aksi tersangka terbongkar setelah salah satu korban berani melapor dan disusul korban lainnya.

“Pelaku berhasil kami tangkap pada 16 April 2026. Kemudian langkah-langkah cepat untuk penangkapan dan juga proses hukum terhadap tersangka,sudah kami lakukan,” katanya.

Baca Juga :  Buntut Keracunan MBG di Surabaya: 133 Orang Tumbang, Berikut Rincian Sekolah yang Terdampak

Dari hasil pemeriksaan, motif melakukan hal tak senonoh itu karena terpengaruh film porno. Saat ini, para korban masih dalam pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya.

Akibat perbuatannya, MZ dijerat dengan Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 huruf G undang-undang nomor 12 tahun 2002 tentang TPKS dan atau Pasal 415 huruf b undang-undang tahun 2023 tentang KUHP.

“Kami berharap untuk tidak ada trauma terhadap anak-anak karena ini generasi muda cemerlang. Kami sudah berpesan kepada orang tuanya tentang langkah-langkah yang harus dilakukan, demi membantu proses percepatan dari apa trauma psikologis yang dialami anak,” tandasnya.

 

SH/TJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode