Publikasiterkini° Surabaya _ Kasus dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari SPPG Demak Madya No. 11A, Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, terus dipantau secara ketat. Hingga Senin (11/5/2026) malam pukul 19.00 WIB, tercatat total 133 orang telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit setempat.
Data terbaru menunjukkan mayoritas korban dilarikan ke RS IBI Dupak Surabaya. Berdasarkan rincian laporan, sebanyak 111 orang dievakuasi ke rumah sakit tersebut dengan sebaran asal sekolah sebagai berikut:
- SD Tembok Dukuh 4: 30 orang
- SD Pancasila 45: 20 orang
- SD Ubaid 1–2: 18 orang
- SMP Alethaia: 15 orang
- SMP Islam Demak Jaya: 11 orang
- SD Alethaia: 10 orang
- SD Tembok Dukuh 1: 2 orang (termasuk 1 orang tua murid)
- SD Raden Wijaya: 2 orang
- SD Tembok Dukuh 3: 2 orang
Kondisi Terkini Pasien
Pihak medis telah melakukan observasi mendalam terhadap seluruh korban. Kabar baiknya, sebagian besar pasien yang sebelumnya mengalami gejala keracunan kini telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.
Namun, hingga berita ini diturunkan, masih terdapat 6 orang pasien yang harus menjalani perawatan intensif dan penanganan medis lebih lanjut di RS IBI Surabaya. Salah satu pasien yang masih dalam pemantauan ketat diketahui berasal dari SMP Islam Demak Jaya atas nama Reza Pah.
Langkah Penanganan
Otoritas terkait bersama tim kesehatan terus melakukan investigasi di lokasi SPPG Demak Madya untuk mencari penyebab pasti kontaminasi makanan tersebut. Area sekitar Tembok Dukuh, Bubutan, saat ini masih dalam pengawasan guna memastikan tidak ada korban tambahan yang belum terdata.
Pemerintah kota mengimbau kepada para orang tua siswa untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika anak-anak mereka menunjukkan gejala seperti mual, muntah, atau pusing setelah mengonsumsi paket makanan dari sumber yang sama.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini