Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur di kawasan Kampung Ilmu Surabaya sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata pendidikan yang berkelanjutan.
Dalam kunjungannya ke lokasi pada Sabtu, Bambang menyampaikan bahwa Kampung Ilmu memiliki potensi besar sebagai pusat literasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat umum. Namun, potensi tersebut dinilai belum didukung oleh fasilitas yang memadai.
“Kawasan ini sudah bagus sebagai konsep, tetapi perlu ditingkatkan dari sisi kenyamanan dan infrastruktur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa wisata pendidikan merupakan salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius, karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kampung Ilmu, menurutnya, dapat menjadi model pengembangan ruang edukatif berbasis masyarakat.
Bambang menjelaskan bahwa keberadaan ratusan sekolah di Surabaya menjadi faktor pendukung utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Dengan koleksi buku yang beragam, Kampung Ilmu dapat menjadi pusat pembelajaran alternatif yang mudah diakses.
Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah kendala yang perlu segera diatasi, seperti kurangnya fasilitas tempat duduk bagi pengunjung. Hal ini dinilai dapat mengurangi kenyamanan masyarakat yang ingin membaca di lokasi.
Selain itu, kondisi akses jalan dan sistem drainase juga menjadi perhatian utama. Bambang menilai bahwa perbaikan infrastruktur dasar sangat penting untuk mendukung aktivitas pengunjung, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Kalau hujan dan becek, tentu minat masyarakat akan menurun. Ini harus segera dibenahi,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kawasan tersebut, baik melalui penganggaran maupun kebijakan yang mendukung.
Menurut Bambang, penguatan wisata pendidikan tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2036, sehingga diperlukan persiapan matang dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.
“Literasi menjadi kunci utama. Tanpa itu, kita akan sulit bersaing dengan negara lain,” ujarnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kebijakan yang tepat, Kampung Ilmu diharapkan mampu berkembang menjadi pusat literasi unggulan di Indonesia.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini