Menu

Dorong Akses Murah ke Destinasi, BHS Soroti Transportasi Jadi Kunci Pariwisata 2026

April 16, 2026
Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono/Foto : Istimewa

Jakarta — Ketersediaan transportasi publik yang murah dan terintegrasi dinilai menjadi faktor penentu dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata RI terkait pembahasan anggaran dan program kerja tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bambang Haryo menegaskan bahwa aksesibilitas menuju destinasi wisata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah. Menurutnya, banyak destinasi potensial di daerah belum mampu menarik kunjungan maksimal akibat keterbatasan transportasi yang terjangkau dan terhubung dengan baik.

Ia menjelaskan, wisatawan mancanegara cenderung memilih negara dengan sistem transportasi yang mudah diakses, efisien, serta memiliki biaya yang kompetitif. Oleh karena itu, penguatan konektivitas dari titik kedatangan seperti bandara dan pelabuhan menuju destinasi wisata harus menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran.

“Kalau akses sulit dan mahal, wisatawan akan berpikir ulang. Transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga 15 juta orang pada tahun 2026 memerlukan dukungan lintas sektor, tidak hanya dari sisi promosi pariwisata. Infrastruktur dan layanan dasar, termasuk transportasi dan keamanan, harus berjalan beriringan.

Baca Juga :  Warga Tolak Vendor E-Parking di Mie Gacoan Pekalongan, Tuntut Pengelolaan Mandiri

Dalam rapat yang juga mengevaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025 tersebut, Bambang Haryo menilai pentingnya penyusunan program yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap alokasi anggaran harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sisi lain, ia turut menyoroti pentingnya jaminan keselamatan dan keamanan wisatawan di destinasi wisata. Menurutnya, aspek ini tidak bisa dipisahkan dari upaya membangun kepercayaan wisatawan terhadap Indonesia sebagai tujuan wisata yang aman dan nyaman.

“Keamanan tetap menjadi fondasi utama. Wisatawan harus merasa terlindungi sejak datang hingga kembali,” katanya.

Ia pun mendorong agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, transportasi, hingga layanan di destinasi.

Dengan langkah yang terarah dan terintegrasi, Bambang Haryo optimistis sektor pariwisata Indonesia dapat tumbuh lebih kompetitif dan mampu mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang telah ditetapkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode