Menu

Kawal Marwah Ulama, Ketum AMI Terbang ke Jakarta Antar Surat Tuntutan Pemecatan ke Presiden hingga DPR

April 15, 2026

Publikasiterkini° Surabaya _ Aliansi Madura Indonesia (AMI) menunjukkan keseriusannya dalam menyikapi dugaan fitnah terhadap ulama dan pesantren di Madura. Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H., menegaskan akan mengawal kasus ini secara langsung hingga ke tingkat pusat di Jakarta.

​Dalam pernyataan resminya melalui video singkat berdurasi 2 menit 3 detik pada Rabu (15/4/2026), Baihaki menyampaikan langkah konkret sebagai tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang telah digelar sebelumnya.

​”Besok, kami akan terbang ke Jakarta untuk mengantarkan surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua DPR RI, dan Ketua Umum PKS,” ujar Baihaki dengan nada tegas.

Fokus utama dari pergerakan ini adalah mendesak pemecatan atau pencopotan Aboe Bakar Al-Habsyi dari keanggotaannya di Komisi III DPR RI. Baihaki menilai pernyataan oknum tersebut merupakan bentuk fitnah keji yang telah mencederai kehormatan para ulama dan pesantren di Madura.

​”Apa yang kami lakukan ini demi menjaga marwah dan nama baik ulama serta pesantren Madura. Sebagai alumni pondok pesantren, saya pribadi sangat kecewa dengan pernyataan oknum tersebut,” imbuhnya.

Baihaki menekankan bahwa keberangkatan AMI ke Jakarta adalah bentuk tuntutan agar Ketua DPR RI dan Ketua Umum PKS bersikap tegas dalam menjaga stabilitas sosial.

Baca Juga :  Polisi Satwa K-9 Ramaikan Pet Adventure Wonderland di PIK, Edukasi Masyarakat Disambut Antusias

​”Kami dari Aliansi Madura Indonesia akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, hingga ada putusan resmi bahwa yang bersangkutan dicopot dari jabatannya sebagai anggota DPR RI,” pungkasnya.

Langkah ini menandai eskalasi gerakan AMI dari daerah ke tingkat nasional, guna memastikan aspirasi masyarakat Madura mendapatkan atensi langsung dari pemangku kebijakan di pusat.

Kini masyarakat menyoroti apakah mekanisme pengawasan internal di DPR-RI dan partai politik pengusung masih berfungsi secara objektif. Publik kini menunggu: apakah sanksi tegas akan dijatuhkan, atau mereka justru saling melindungi?

 

(Medkom AMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode