Menu

Aksi di Polda Jatim, Tiga Organisasi Desak KPK Bongkar Dugaan TPPU H. Mukmin dan Bekingan Oknum

April 16, 2026

Publikasiterkini° Surabaya _ Tiga organisasi, yakni FKM-Jatim, GARUDA, dan GERAK, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polda Jawa Timur. Aksi bertajuk “Tegakkan Kedaulatan Fiskal: Lawan Pencucian Uang Pejabat & Peredaran Rokok Ilegal” ini mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga melibatkan pengusaha tembakau di Jawa Timur.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi, Zen, menegaskan bahwa praktik produksi rokok ilegal dan dugaan “ternak” pita cukai telah merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Ia juga menyebut adanya indikasi kuat keterlibatan oknum aparat penegak hukum serta oknum Bea dan Cukai dalam membekingi aktivitas tersebut.

“Kita tidak bisa membenarkan pelanggaran hukum hanya karena alasan ekonomi lokal. Negara ini berdiri di atas hukum. Jika ada pihak yang mencoba berlindung di balik narasi itu, maka harus ditindak tegas, termasuk kemungkinan jemput paksa jika tidak kooperatif,” ujar Zen, pada Kamis (16/4/2026).

Dalam aksi tersebut, massa secara khusus menyoroti sosok H. Mukmin yang diduga terlibat dalam skema TPPU yang bersumber dari bisnis rokok ilegal. Sejumlah merek rokok yang disebut dalam orasi di antaranya GICO, DALIL, DUBAI, FANTASTIC, LUXIO, dan JANGGER, yang diduga beredar luas tidak hanya di Jawa dan Madura, tetapi juga hingga Kalimantan.

Baca Juga :  Robby Sakera Absen di Seri Pembuka ARRC 2026 Sepang Akibat Pemulihan Cedera

Selain itu, hasil kajian dan investigasi lapangan yang disampaikan koalisi menyebut adanya dugaan aliran dana ilegal yang disamarkan melalui berbagai entitas bisnis. Beberapa di antaranya adalah PT Arina Makmur Sentosa dan PR Bahagia yang diduga menjadi sarana perputaran dana tidak wajar.

Tak hanya di sektor industri, dugaan pencucian uang juga disebut merambah ke sektor lain seperti usaha restoran dan kafe Arinna, butik Arinna, hingga kepemilikan SPBU di wilayah Ganding dan Guluk-Guluk yang dicurigai sebagai bentuk konversi aset dari dana ilegal.

“Kami melihat adanya ekspansi bisnis yang sangat cepat dan tidak wajar dalam waktu singkat. Ini patut diduga sebagai bagian dari kejahatan kerah putih yang terorganisir. Kami menduga ada pihak-pihak besar di belakangnya yang ikut menikmati aliran dana ini,” tegas Zen.

Melalui aksi ini, massa mendesak KPK untuk tidak tebang pilih dalam penegakan hukum dan segera mengusut tuntas dugaan kasus tersebut. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas, termasuk pemanggilan paksa terhadap pihak-pihak yang tidak kooperatif.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib.

Baca Juga :  Sugiono Pimpin PB IPSI 2026–2030, Bambang Haryo: Momentum Majukan Pencak Silat ke Dunia

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode