Publikasiterkini.com // Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas untuk memeratakan kesempatan kerja bagi warga Surabaya, khususnya kaum muda, melalui pendataan dan pelatihan tenaga pertukangan. Kebijakan ini bertujuan mendorong perputaran ekonomi lokal serta menekan angka pengangguran terbuka di ibu kota Jawa Timur tersebut.
Eri mengungkapkan, evaluasi tahun 2024–2025 menunjukkan banyak proyek pembangunan di Surabaya masih didominasi tenaga kerja dari luar kota. Untuk mengatasi hal itu, ia memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Surabaya membuka lowongan pelatihan khusus bagi tukang lokal.
“Saya sudah meminta Disnaker untuk membuka lowongan pelatihan bagi tukang di Surabaya. Tujuannya agar tenaga ahli tukang kita terdata dan informasinya tersedia di aplikasi,” ujar Eri Cahyadi, Senin (17/11/2025).
Dalam sistem baru ini, nama-nama tukang warga Surabaya yang telah terdata akan masuk basis data aplikasi dan diprioritaskan oleh kontraktor pemenang tender proyek di Surabaya. Kontraktor wajib merekrut tenaga kerja dari daftar tersebut terlebih dahulu. Pekerja dari luar kota hanya boleh direkrut jika terbukti kekurangan tenaga kerja lokal.
Eri menegaskan akan ada sanksi tegas bagi pihak yang melakukan kecurangan, seperti warga Surabaya yang meminjamkan KTP untuk orang luar kota atau kontraktor yang sengaja mengakali aturan.
Pelaku kecurangan terancam masuk daftar hitam (blacklist), baik dari penerima bantuan sosial maupun daftar kontraktor rekanan Pemkot Surabaya.
“Dengan langkah ini, saya ingin ekonomi warga Surabaya ikut berputar seiring masuknya investasi. Harapannya, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka bisa terus menurun,” tandasnya.
Program pendataan dan pelatihan tenaga pertukangan ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkot Surabaya dalam memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh warganya sendiri.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini