Menu

Bambang Haryo Ingatkan Ancaman Lumpur Porong Bisa Lumpuhkan Transportasi Publik dan Kereta Nasional

Juli 14, 2026

SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap remeh ancaman luapan Lumpur Porong. Menurutnya, apabila tidak segera dikendalikan, bencana tersebut berpotensi melumpuhkan transportasi publik, jalur kereta api nasional, hingga distribusi logistik yang menjadi penopang perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan BHS saat melakukan peninjauan kawasan Lumpur Sidoarjo bersama jajaran terkait.

Menurutnya, kawasan Porong merupakan jalur strategis nasional yang dilintasi kendaraan logistik, transportasi umum, serta jaringan rel kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa.

“Kalau lumpur ini terus meluas, dampaknya bukan hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga terhadap transportasi publik, kereta api nasional, dan logistik nasional. Jalur ini sangat vital,” kata BHS.

Ia menambahkan terganggunya akses transportasi akan memberikan efek berantai terhadap kegiatan ekonomi di Jawa Timur maupun nasional.

Karena itu, BHS meminta PPLS segera mempercepat pengaliran air dari kolam penampungan menuju Sungai Porong serta memperkuat seluruh tanggul agar mampu menahan tekanan lumpur.

Selain penanganan teknis, BHS juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pemasangan Early Warning System serta penyusunan rencana evakuasi yang terintegrasi.

Baca Juga :  BHS Soroti Pemangkasan Anggaran Lumpur Porong, Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

Menurutnya, BNPB harus segera menyiapkan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, tenda darurat, logistik, hingga kebutuhan dasar masyarakat apabila terjadi keadaan darurat.

BHS juga meminta Basarnas mendirikan posko siaga di kawasan Lumpur Sidoarjo dan menggelar latihan keselamatan secara berkala.

“Safety drill harus dilakukan minimal setiap tiga bulan agar masyarakat siap bergerak ketika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Ia mengingatkan kawasan Porong berada di sekitar dua sesar aktif, yakni Patahan Siring dan Patahan Watukosek, sehingga seluruh upaya mitigasi harus dilakukan secara maksimal untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.

“Kita tahu di sini ada dua patahan, yakni Siring dan Watukosek. Karena itu penanganan lumpur harus benar-benar diseriusi demi melindungi masyarakat Sidoarjo sekaligus menjaga jalur transportasi dan logistik nasional tetap aman,” tegas BHS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode