Menu

Pelajar 19 Tahun di Tandes Surabaya Tewas Usai Diduga Dikeroyok, Sempat 5 Hari Koma di RSUD Dr Soetomo

Juni 5, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Seorang pelajar TJK alias Thomas, 19,  meninggal dunia diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Manukan Kulon, Tandes Surabaya, Minggu (31/5) dini hari. Pelajar yang tinggal di Jalan Manukan Yoso II, Surabaya, meninggal dunia setelah dirawat selama lima hari di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Kakak kandung korban Hana Novia Kristiani, 32, mengatakan awalnya mendapatkan kabar melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa Thomas berada di salah satu rumah sakit Ibu dan Anak kawasan Jalan Manukan Tengah, Minggu (31/5) pukul 02.30.

Saat itu, Hana sedang tidak di rumah karena dinas di luar kota. Dirinya meminta teman yang memberikan kabar untuk mendatangi memberikan kabar kepada keluarga di rumah Jalan Manukan Yoso II.

Usai mendapatkan kabar, pihak keluarga di rumah mendatangi rumah sakit dan menanyakan keadaan Thomas. “Saat itu keadaan Thomas tidak sadarkan diri,” ujarnya ditemui di rumah Jalan Manukan Yoso II, Kamis (4/6) petang.

Pihak dokter rumah sakit juga tidak bisa menjelaskan detail analisa awal kondisi korban karena rumah sakit ibu dan anak. Tak lama kemudian disarankan untuk rujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keluarga korban mencari ambulans dan membawa Thomas ke RSUD Dr Soetomo. Setibanya di rumah sakit, korban dilakukan USG, rontgen dan CT Scan.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Tawuran Remaja, 4 Orang Diamankan di Jalan Kalilom Lor Surabaya

Pukul 2 siang operasi di bagian otak selesai magrib. Menurut tim medis hasil operasinya itu tidak berjalan baik alias gagal  karena kondisi anak Thomas ini cukup parah lukanya dikarenakan ada kepala bagian belakang yang robek,” jelasnya.

Thomas juga mengalami pendarahan cukup parah dan pembuluh darah pecah. Dokter tidak berani melanjutkan penanganan karena melihat kondisi korban waktu itu riskan jika dilanjutkan operasi.

“Maka dihentikan sesaat untuk operasi pertama. Sambil menunggu Thomas sadar. Setelah jam 6 sore operasi selesai Thomas diberikan anastesi berfungsi untuk mengistirahatkan otaknya. Hari Minggu jam 6 sore itu sampe dengan hari ini tadi yang mana anak Thomas berpulang keadaan koma tidak sadarkan diri,” bebernya.

Hana mengungkapkan, pada Rabu (3/6) dirinya menghubungi Babinsa kelurahan Manukan Kulon. Pihaknya menyampaikan keluhan yang terjadi pada Thomas karena tidak kunjung membaik. Lalu pihak Babinsa mengarahkan dan menjembatani keluarga dibantu RT melapor ke Polrestabes Surabaya.

Anggota Polrestabes Surabaya lalu ke rumah sakit untuk meminta visum ketika Thomas masih hidup. “Setelah itu jam 4.30 saya ditelepon kalau Thomas sudah henti jantung dan otaknya sudah tidak berfungsi. Gak lama kemudian pukul 5 pagi Thomas berpulang,” terangnya.(*)

Baca Juga :  Api Lahap Pasar Jiung Kemayoran, 35 Mobil Damkar Dikerahkan

 

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode