Publikasiterkini.com° Surabaya – Penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan di wilayah hukum Polsek Mulyorejo mendadak dipertanyakan. Aroma tebang pilih dalam penertiban Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap Juru Parkir (Jukir) diduga kuat terjadi, bahkan memunculkan dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) sistematis yang melibatkan oknum anggota Satlantas setempat.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh awak media publikasiterkini.com, sebuah insiden ironis menimpa salah satu jukir di kawasan kuliner jalan Dharmahusada. Jukir resmi yang bersangkutan diketahui tengah mengambil libur sementara karena urusan keluarga dan posisinya digantikan oleh saudaranya sendiri agar pelayanan parkir tetap berjalan tertib.
Namun malang, pergantian sementara yang bersifat kekeluargaan tersebut justru langsung disidak secara agresif dan dijatuhi sanksi Tipiring oleh Unit Lantas bagian Tipiring Polsek Mulyorejo.
Dugaan Setoran Rp 150 Ribu per Bulan
Tindakan tegas tanpa kompromi ini sekilas tampak seperti penegakan aturan yang normatif. Namun, tabir ketidakadilan mulai terkuak ketika tim investigasi menemukan fakta kontras di titik-titik rumah makan lainnya di wilayah hukum yang sama.
Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa sejumlah titik parkir di rumah makan lain justru “kebal hukum” dan bebas dari bidikan razia Tipiring. Usut punya usut, kelonggaran tersebut diduga kuat karena adanya upeti atau setoran rutin sebesar Rp 150.000 setiap bulannya yang mengalir ke kantong oknum anggota Lantas Polsek Mulyorejo.
”Jujur, kalau saya tiap bulannya ngasih Rp 150.000. Anggap saja per harinya 5.000 rupiah,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Praktik ini tentu mencederai komitmen institusi Polri yang menggaungkan semangat “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Hukum terkesan tajam ke bawah kepada jukir kecil yang tak berdaya, namun tumpul ke samping bagi mereka yang bersedia mengondisikan “uang aman”.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Demi menjaga keberimbangan berita dan memenuhi hak jawab, awak media publikasiterkini.com telah melakukan upaya konfirmasi langsung melalui sambungan telepon WhatsApp kepada salah satu petugas Unit Lantas Polsek Mulyorejo.
”Baik, saya sampaikan ke Pak Kanit. Kebetulan minggu depan saya piket. Mohon ditunggu,” ujar petugas lantas tersebut singkat saat dihubungi awak media.
Hingga berita ini ditayangkan, publikasiterkini.com masih terus menunggu jawaban resmi dan tindakan tegas dari Kanit Lantas maupun Kapolsek Mulyorejo untuk mengusut tuntas dugaan pungli yang meresahkan warga dan mencederai nama baik korps Bhayangkara ini. (Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini