Menu

Bambang Haryo Soroti Gudang Bulog Mulai Penuh, Stok Beras Jatim Naik Tiga Kali Lipat

Mei 8, 2026

Surabaya — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti meningkatnya kapasitas penyimpanan beras di Jawa Timur setelah stok cadangan melonjak hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Bambang Haryo saat melakukan kunjungan kerja ke kompleks pergudangan Perum Bulog Banjar Kemantren, Senin (4/5/2026). Dalam kunjungannya, ia menemukan stok beras di Jawa Timur kini mencapai 1,3 hingga 1,5 juta ton, jauh meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 500 ribu ton.

Menurut Bambang Haryo, lonjakan tersebut menunjukkan keberhasilan penyerapan gabah dan meningkatnya produksi pangan nasional. Namun di sisi lain, kondisi itu juga memunculkan tantangan baru terkait kapasitas penyimpanan dan distribusi.

“Distribusi harus menjadi prioritas, agar tidak ada stok yang kualitasnya menurun sebelum tersalurkan,” ujar Bambang Haryo.

Ia menjelaskan, stok beras yang terlalu lama tersimpan berpotensi mengalami penurunan kualitas apabila tidak segera didistribusikan ke masyarakat.

Karena itu, Bambang Haryo meminta adanya langkah cepat dan koordinasi intensif antara Bulog dengan pemerintah pusat maupun daerah agar penyaluran beras berjalan lebih efektif.

Dalam peninjauan tersebut, Bambang Haryo memastikan kualitas beras medium yang tersimpan masih berada dalam kondisi baik, termasuk stok lama dari tahun 2025.

Baca Juga :  Viral di Medsos! Misteri Pocong Bawa Senjata Tajam Ketuk Pintu Warga di Bangkalan, Ternyata Cuma Ulah Iseng 3 Pemuda

Ia menilai kualitas fisik beras, mulai dari warna hingga tingkat broken, menunjukkan adanya peningkatan sistem pengelolaan di lingkungan Bulog.

“Secara kualitas masih bagus. Ini menunjukkan sistem pengelolaan Bulog sudah semakin optimal,” katanya.

Selain persoalan distribusi, Bambang Haryo juga menyoroti kapasitas gudang yang mulai terbebani akibat tingginya volume stok.

Di kompleks Banjar Kemantren, kapasitas penyimpanan mencapai 200 ribu ton dengan tingkat keterisian sekitar 132 ribu ton. Sedangkan total kapasitas gudang Bulog di Jawa Timur berada di angka 1,1 juta ton.

Akibat tingginya pasokan, Bulog kini harus menyewa gudang tambahan sebagai solusi sementara untuk menampung cadangan beras.

Menurut Bambang Haryo, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah agar ke depan tersedia infrastruktur penyimpanan yang memadai seiring meningkatnya produksi pangan nasional.

Ia menilai keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari besarnya hasil produksi, tetapi juga kemampuan negara menjaga kualitas dan kelancaran distribusi hingga sampai ke masyarakat.

Bambang Haryo berharap pengelolaan stok yang baik dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Timur, Sugeng Hardono, menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan kualitas beras serta memperkuat penyerapan gabah petani untuk menjaga ketersediaan stok nasional.

Baca Juga :  Pria 50 Tahun di Tragah Tewas Dibacok, Polres Bangkalan Dalami Motif Pelaku

Ia mengatakan kunjungan DPR RI menjadi dorongan bagi Bulog untuk meningkatkan kinerja dalam pengelolaan cadangan pangan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode