Publikasi-terkini° Surabaya _ Pemkot Surabaya menargetkan pengadaan 1.800 unit tong bin untuk tempat penampungan sementara (TPS) rampung bulan ini. Langkah ini diambil untuk mengganti sarana yang rusak dan kurang di lapangan.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Muhammad Fikser mengatakan, dari 195 TPS yang tersebar di Surabaya, banyak tong bin sudah tidak layak pakai.
“Banyak yang pecah, rodanya rusak. Faktornya umur pemakaian dan proses pengangkutan yang kurang hati-hati,” kata Fikser di Surabaya, Rabu (6/5).
Fikser menjelaskan, pengadaan kali ini tidak asal tambah. DLH menghitung kebutuhan riil tiap TPS berbasis jumlah penduduk, mengacu standar timbulan sampah 0,6 kilogram per orang per hari dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kami hitung jumlah penduduk di tiap RW dan kelurahan, dikalikan 0,6 kilogram, lalu dibagi kapasitas tong bin 250 kilogram. Dari situ ketahuan kebutuhan tiap TPS,” jelasnya.
Dengan skema itu, distribusi tong bin dipastikan lebih tepat sasaran. Total 1.800 unit yang diadakan tahun 2026 sudah termasuk cadangan untuk kebutuhan insidental.
“Jumlah itu sudah termasuk cadangan. Misalnya untuk event besar yang butuh tambahan fasilitas sampah,” imbuh Fikser.
Proses pengadaan saat ini sudah berjalan dan ditargetkan mulai terealisasi pertengahan Mei 2026, sehingga kebutuhan seluruh TPS segera terpenuhi.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini