Publikasi-terkini° Surabaya _ Kondisi sejumlah Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya mendapat sorotan serius dari dewan. Sebagian SWK memang sepi dan terancam gulung tikar.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochammad Machmud menyebut persoalan yang terjadi di SWK Pegirian dan SWK Urip Sumoharjo bukan kasus tunggal, melainkan gambaran masalah yang juga dialami banyak SWK lain di Kota Pahlawan.
Machmud mengungkapkan, dari total lebih dari 50 SWK yang ada di Surabaya, lebih dari separo disebut berada dalam kondisi kurang optimal. Sebagian di antaranya sepi pengunjung, tutup, tidak terawat, hingga kehilangan daya tarik.
“Jadi, bukan cuma SWK Pegirian yang masalah. Dari 50 lebih SWK, separo lebih seperti itu. Tutup, mati, kotor,” ujar Machmud kemarin (3/5).
Menurut dia, Komisi B DPRD Surabaya sebelumnya sudah beberapa kali memberikan masukan terkait pembenahan pengelolaan SWK. Namun, ia menilai masukan tersebut belum sepenuhnya ditindaklanjuti secara serius oleh dinas terkait.
“Kita sudah kasih masukan, tapi tidak didengar sama dinas,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Ia menilai keberadaan SWK sejatinya memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan UMKM, pusat kuliner rakyat, sekaligus penggerak ekonomi kawasan.
Karena itu, kondisi banyak SWK yang lesu dinilai harus segera dievaluasi menyeluruh. Mulai dari manajemen, kebersihan, promosi, hingga konsep usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini