Menu

Apresiasi Kinerja, Menteri PPPA Beri Penghargaan Khusus untuk Ditres PPA-PPO Polda Jatim

April 28, 2026

Publikasiterkini° Surabaya _ Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Timur menerima penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) atas kontribusinya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam kegiatan seminar nasional bertajuk “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghapus Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa” yang digelar di Surabaya, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Arifah Fauzi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berperan aktif, mulai dari penegakan hukum, upaya pencegahan, hingga perlindungan terhadap hak-hak korban kekerasan.

Ia juga memaparkan data hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2024 yang menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan usia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Sementara itu, berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2024, sebanyak 1 dari 2 anak pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya, dengan kekerasan emosional menjadi bentuk yang paling dominan.

Menurut Arifah, salah satu faktor utama yang membuat korban enggan melapor adalah adanya relasi kuasa antara pelaku dan korban. Dalam banyak kasus, korban merasa takut, memiliki ketergantungan, atau rasa hormat terhadap pelaku, sehingga tidak berani menolak maupun mengungkapkan kejadian yang dialaminya.

Baca Juga :  Dua PRT Jatuh dari Lantai 4, Satu Tewas: Menteri PPPA Desak Pengusutan Transparan

“Relasi kuasa ini harus diminimalisir agar korban memiliki keberanian untuk berbicara dan mendapatkan perlindungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seminar nasional ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

Arifah juga memberikan apresiasi kepada Polda Jawa Timur dan seluruh jajaran yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus berkomitmen dalam penanganan kasus kekerasan.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh terjadi oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Ini harus kita hentikan sekarang juga,” pungkasnya.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode