Menu

Kejurprov Piala BHS Jadi Pintu Awal Seleksi Atlet Silat Jatim

April 20, 2026

Surabaya – Kejuaraan tingkat provinsi akan menjadi tahap krusial dalam menjaring atlet terbaik pencak silat Jawa Timur menuju ajang nasional mendatang.

Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai mematangkan langkah pembinaan atlet melalui program pusat pelatihan daerah (Puslatda) mandiri sebagai persiapan menuju Pra Pekan Olahraga Nasional (pra-PON) 2027.

Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono di Sidoarjo, Minggu mengatakan program ini ditargetkan mampu meloloskan lebih banyak atlet ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB.

“Program ini merupakan dorongan dari ketua umum agar prestasi ke depan lebih baik. Alhamdulillah, sudah mendapat persetujuan KONI Jawa Timur. Target utama kami adalah membentuk tim yang solid melalui seleksi berjenjang,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, proses seleksi atlet akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kejuaraan provinsi hingga evaluasi lanjutan menjelang pra-PON. Salah satu ajang penting adalah Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Piala BHS yang akan digelar di Surabaya pada Mei mendatang.

‎“Atlet yang menjadi juara akan kami latih secara maksimal, lalu diseleksi ulang pada Oktober bersama hasil kejurprov. Harapannya, semua nomor bisa terisi dan tampil di pra-PON,” katanya.

Baca Juga :  Polda Jatim Lakukan Uji Laboratoris Terkait Temuan Diduga Narkotika 27,83 Kg di Pesisir Giligenting Sumenep

Selain fokus pada pembinaan atlet, IPSI Jawa Timur juga mulai meningkatkan fasilitas pendukung. Bambang Haryo Soekartono berkomitmen membantu penyediaan sarana istirahat atlet di lingkungan Sekolah Menengah Negeri Olahraga (Smanor) Jatim.

“Ruang istirahat atlet saat ini masih menggunakan ruang kelas dan cukup panas. Kami akan menambahkan fasilitas seperti AC dan shower agar atlet bisa beristirahat dengan nyaman. Kalau istirahat maksimal, latihan juga akan lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, menyebut saat ini terdapat tujuh atlet yang mengikuti program Puslatda Mandiri.

“Atlet-atlet ini kami dorong untuk berlatih maksimal. Targetnya, saat seleksi berikutnya mereka bisa menunjukkan peningkatan signifikan dan siap bersaing di pra-PON,” kata Hoslih.

Ia menambahkan, pra-PON yang dijadwalkan berlangsung pertengahan 2027 menjadi momentum penting untuk mengamankan tiket sebanyak mungkin menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap dari pra-PON nanti bisa meraih tiket sebanyak mungkin. Evaluasi dari capaian sebelumnya menjadi motivasi agar hasil ke depan lebih maksimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode