Menu

DPR Dorong Penguatan Industri Farmasi, BHS Singgung Dampak Anggaran terhadap Harga Obat

April 4, 2026

Jakarta – Upaya penguatan industri farmasi nasional menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Senin (30/3).

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai dukungan anggaran terhadap sektor industri farmasi masih perlu ditingkatkan.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran berpotensi berdampak pada tingginya harga obat-obatan di dalam negeri, yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Menurut Bambang Haryo, sektor farmasi merupakan bagian penting dari industri strategis nasional karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Namun, ia menilai perhatian terhadap sektor ini belum sebanding dengan peran pentingnya dalam sistem kesehatan nasional.

Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung perbandingan harga obat antara Indonesia dan Malaysia yang dinilai cukup signifikan.

“Apakah karena ini, harga obat-obatan di nasional kita bisa lima kali lebih mahal dibandingkan Malaysia?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa industri farmasi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding sektor industri lainnya, karena membutuhkan investasi besar, teknologi canggih, serta pengembangan berkelanjutan.

Dengan kondisi tersebut, Bambang Haryo menilai diperlukan kebijakan yang berpihak pada penguatan industri, termasuk melalui peningkatan anggaran.

Baca Juga :  Peduli Korban Kebakaran Kemayoran, Satbrimob Polda Metro Jaya Terjunkan Kendaraan Dapur Lapangan

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap industri dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor.

Menurutnya, tanpa dukungan yang memadai, industri farmasi nasional akan sulit berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar domestik secara optimal.

Ia juga mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, sehingga dapat menekan harga obat.

“Industri ini perlu dilindungi dan dikembangkan agar produknya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Bambang Haryo berharap, melalui penguatan kebijakan dan peningkatan anggaran, industri farmasi nasional dapat tumbuh lebih kompetitif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Ia juga menilai bahwa keberhasilan sektor ini tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode