Menu

BHS Tancap Gas! IPSI Jatim Mulai Perburuan Atlet Emas Menuju PON 2028

Maret 3, 2026
Ketum IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono

Surabaya – Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, langsung menggerakkan roda organisasi untuk mempercepat persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 NTT-NTB. Meski ajang nasional itu masih dua tahun lagi, IPSI Jatim sudah menjadwalkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada Mei 2026 sebagai langkah awal membentuk tim tangguh.

Bambang Haryo, yang akrab disapa Pak BHS, menegaskan bahwa kejurprov menjadi wujud keseriusan IPSI Jawa Timur dalam mengejar target medali emas di PON 2028. Menurutnya, persaingan antarprovinsi dipastikan berlangsung ketat sehingga persiapan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kita harus menyiapkan atlet sejak sekarang. Target emas hanya bisa dicapai kalau pembinaan dilakukan secara sistematis dan berjenjang,” ujar Pak BHS, Senin (2/3/2026).

Kejurprov bertajuk “Piala BHS” itu direncanakan berlangsung di Surabaya pada 18–22 Mei 2026. Seluruh 38 Pengkab/Pengkot IPSI se-Jawa Timur diharapkan mengirimkan pesilat terbaiknya untuk bersaing di nomor seni dan tanding.

Pak BHS optimistis, dengan partisipasi penuh dari seluruh daerah, IPSI Jatim akan memiliki banyak pilihan atlet potensial untuk disiapkan dalam tim bayangan Pra-PON hingga pembentukan skuad inti PON.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua Umum KJN: Pancasila adalah Perekat Persatuan dan Fondasi Perdamaian Dunia

Sementara itu, Ketua Harian IPSI Jatim Hoslih Abdullah menyampaikan bahwa pendaftaran kejurprov dibuka pada 1–10 Mei 2026. Ia menekankan ajang tersebut bukan hanya kompetisi rutin, tetapi juga sarana seleksi resmi menuju pembentukan tim PON Jawa Timur.

“Kita ingin menjaring pesilat terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Ini bagian dari tahapan menuju tim bayangan Pra-PON yang nantinya diproyeksikan tampil di PON 2028,” kata Hoslih.

Terkait atlet yang telah mengikuti program Puslatda melalui KONI Jatim, Hoslih memastikan tidak ada kendala koordinasi. IPSI Jatim juga menjalankan program puslatda mandiri sebagai bentuk penguatan pembinaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode