Surabaya – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menegaskan bahwa kemudahan perizinan dan akses modal murah menjadi kunci utama dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Haryo saat meninjau langsung aktivitas produksi UMKM olahan bandeng “Lakon Iwak” di Bendul Merisi, Surabaya, Rabu (24/12/2025). Ia mengapresiasi pelaku usaha yang mampu bertahan dan berkembang sejak tahun 2020 melalui inovasi produk lokal.
Namun, BHS menilai masih banyak UMKM yang terhambat berkembang akibat persoalan administratif, terutama pengurusan PIRT. Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kecamatan dalam memberikan pendampingan langsung.
“Legalitas seperti NIB dan halal memang penting, tetapi PIRT adalah kunci agar produk pangan bisa bersaing lebih luas. Pemerintah daerah harus jemput bola,” ujar Bambang Haryo.
Selain itu, BHS juga menekankan pentingnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan UMKM. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah meningkatkan plafon KUR hingga Rp300 triliun dengan bunga yang sangat rendah, yakni tiga persen.
Bambang Haryo mengingatkan agar perbankan tidak menyimpang dari aturan dengan meminta agunan untuk pinjaman KUR di bawah Rp100 juta. Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat untuk melindungi pelaku usaha kecil agar tidak terbebani.
“Kalau masih ada bank yang meminta jaminan, itu jelas melanggar ketentuan. UMKM jangan ragu melapor,” tegasnya.
Ia berharap, dengan perizinan yang cepat dan pembiayaan yang mudah, UMKM Surabaya dapat semakin berdaya saing dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini