Menu

Razia di Pelabuhan Tanjung Perak: BNNP Jatim Temukan Empat Sopir Positif Konsumsi Narkoba

Desember 25, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Sebanyak empat sopir positif memakai narkoba setelah terjaring razia dan tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu sore (24/12).

Pemeriksaan itu melibatkan PT Pelindo III, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto mengatakan, kegiatan pemeriksaan yang dilakukan terhadap 48 orang driver (sopir) dan penumpang merupakan bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di kawasan pelabuhan, khususnya pada jalur transportasi laut yang memiliki mobilitas tinggi dan potensi kerawanan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas mengidentifikasi empat orang yang terindikasi sebagai penyalahguna narkotika,” ujarnya, Kamis (25/12).

Keempatnya adalah sopir. Mereka S, 39, sopir kendaraan colt diesel rute Surabaya-Lombok terindikasi menyalahgunakan sabu yang diperoleh di Lombok. A, 32, sopir rute Malang-Lombok terindikasi menyalahgunakan sabu di wilayah Dampit, Kabupaten Malang. D, 30, sopir rute Surabaya-Mataram terindikasi menyalahgu akan sabu di Dampit, Malang. A, 24, sopir Lombok-Surabaya terindikasi menyalahgunakan sabu di Lombok. Dari kendaraan A, turut diamankan alat isap sabu (bong).

Baca Juga :  Oknum Wartawan yang Juga Ketua RT Pesta Sabu, Jalani Rehabilitasi Penuh

“Sebagai tindak lanjut, keempat penyalah guna narkotika tersebut akan menjalani rehabilitasi melalui program tele-rehabilitasi, yaitu layanan rehabilitasi jarak jauh yang dilaksanakan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku, guna mendukung proses pemulihan serta mencegah terjadinya kekambuhan,” terangnya.

Budi menegaskan, kegiatan pemeriksaan dan tes urine kepada sopir merupakan wujud komitmen dan sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan pelabuhan sebagai wilayah yang bersih dari narkoba.

“Upaya kolaboratif ini akan terus diperkuat untuk melindungi masyarakat serta mewujudkan sistem transportasi yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode