Menu

Pelaku Jambret Tewaskan Staf BPN Surabaya Ditangkap, Ditembak di Kedua Kaki

Juni 11, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Seorang pelaku jambret terhadap Widya Riskyanti, 28, ditangkap Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu ditembak pada kedua kakinya.

Salah satu sumber internal membenarkan bahwa pelaku penjambretan korban Widya Riskyanti perempuan yang bekerja sebagai staf kantor pertanahan atau BPN Surabaya sudah ditangkap.

“Tunggu (rilis) dari Kapolrestabes. Kita juga masih pengembangan terus ke komplotannya,” ucapnya, Kamis (11/6).

Diberitakan sebelumnya, Widya Riskyanti, 28,  seorang perempuan korban jambret yang ditemukan tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, belakang mal, Surabaya, meninggal dunia setelah dirawat selama empat hari di RSUD Dr Soetomo.

Perempuan yang bekerja sebagai staf di kantor pertanahan atau BPN itu meninggal dunia pada Jumat (5/6) sore.

Ibu korban Isnaini Budiarti, 53, mengatakan anaknya mulai mendapatkan perawatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Selasa (2/6) malam. Korban juga sempat dioperasi pada Selasa malam. Namun, kondisi korban tidak membaik dan semakin menurun atau kritis hingga akhirnya meninggal dunia. “Dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam 3 sore meninggal dunia,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Baca Juga :  Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Pelaku Pencurian Tiang Rambu di Surabaya

Isnaini menceritakan, semula mendapatkan kabar anaknya mengalami kecelakaan usai dijambret dari tetangga di Rusun Indrapura Selasa malam. Dirinya bersama keluarga bergegas mendatangi RSUD Dr Soetomo. “Luka di bagian kepala paling banyak. Dia (saat ditemukan) tergeletak helm copot,” ungkapnya.

Menurutnya, saat kejadian pemjambretan korban sedang perjalanan pulang kerja mengendarai motor melintas di Jalan Kusuma Bangsa Selasa (2/6) sore. Di tengah perjalanan saat melintas di belakang mal, korban diduga dijambret hingga akhirnya jatuh dari motor dan ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi tak sadar.

“Kejadiannya saat pulang kerja. Benda yang diambil tas isinya barang-barang ponsel dan dompet,” terangnya.

Isnaini mengaku sebelum mendapatkan kabar anaknya kecelakaan, dirinya sempat cemas. Sebab sudah pukul 18.00 korban tidak kunjung pulang ke rumah. Selain itu dia juga sempat mengirimkan pesan WhatsApp ke korban namun hanya centang satu dan ditelpon WA hanya memanggil.

“Katanya dua orang pelaku naik motor. Sudah tertangkap satu,” ungkapnya. Sementara kakak korban Irma M, 33, berharap satu pelaku yang belum tertangkap segera cepat ketemu dan kemudian mendapat hukuman yang setimpal karena sudah menghilangkan nyawa.(*)

Baca Juga :  Pakai Sistem Face Recognition, ETLE Nasional Presisi Perkuat Pengawasan dan Antisipasi Plat Nomor Palsu

 

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode