Menu

Pemkot Surabaya Gelar Apel Gebyar PSN 3M Plus Antisipasi Lonjakan Kasus DBD di Musim Hujan

Desember 20, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di Gelanggang Remaja, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, serta diikuti jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, Karang Taruna, perguruan tinggi, dan Kader Surabaya Hebat (KSH).

Apel ini menjadi simbol komitmen kuat Pemkot Surabaya dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), yang berpotensi meningkat selama musim hujan. Eri Cahyadi menekankan pentingnya pencegahan dini melalui kebersihan lingkungan.

“Musim hujan sudah tiba, dan genangan air berpotensi meningkatkan kasus DBD. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari penyakit,” ujar Eri.

Ia menegaskan bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati, dengan mengajak masyarakat rutin membersihkan genangan air dan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk. Eri juga mengapresiasi peran KSH yang aktif meski sering menghadapi tantangan di lapangan.

“Kader Surabaya Hebat ini luar biasa. Meski sering dimarahi warga saat masuk rumah, mereka tetap ikhlas menjalankan tugas demi kesehatan bersama,” katanya.

Baca Juga :  Jawa Timur dalam Cengkeraman Korupsi: 57,89% Kepala Daerah Jatuh ke Tangan KPK

Sebagai simbol komitmen, Eri bersama jajarannya melakukan pengecekan jentik nyamuk di Jalan Nangka Kidul, Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan apel PSN digelar serentak di seluruh wilayah Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Fokus utama adalah periode Januari–Mei 2026, yang diprediksi menjadi puncak tren penyebaran DBD akibat curah hujan tinggi dan mobilitas penduduk selama liburan.

Nanik menegaskan komitmen gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (juru pemantau jentik) sebagai strategi pencegahan berbasis masyarakat. Gerakan ini melibatkan perangkat daerah, RT/RW, fasilitas kesehatan, pelajar, guru, Karang Taruna, PKK, hingga organisasi masyarakat.

“Apel ini untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor. Tantangan terbesar adalah tingginya mobilitas penduduk saat liburan dan perubahan iklim ekstrem,” jelas Nanik.

Pemkot Surabaya juga meningkatkan promosi kesehatan melalui media sosial, poster, dan edukasi langsung. Upaya kewaspadaan dini dilakukan dengan penyelidikan epidemiologi terduga DBD kurang dari 24 jam sejak laporan diterima.

Wilayah dipetakan berdasarkan zonasi kasus DBD: zona hijau dipantau sekali seminggu, sementara zona kuning dan merah dipantau dua kali seminggu.

“Kami berharap kegiatan ini memotivasi kader dan masyarakat untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tambah Nanik.

Baca Juga :  ​"Kenapa Gak Seluruh Cagar Budaya Dimusnahkan?" — Amarah Cak Kusnan Pasca Pembongkaran Toko Nam

Dengan kolaborasi semua pihak, Pemkot Surabaya optimistis kasus DBD dapat ditekan, sehingga warga tetap sehat selama musim hujan.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode