Menu

Harga Gula Pasir Naik di 171 Daerah, BPS: Kemasan Plastik Jadi Pemicu

April 25, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Kenaikan harga pangan pokok kembali menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya lonjakan harga gula pasir di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga minggu ketiga April 2026, tercatat 171 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) gula pasir, meningkat dari 153 daerah pada minggu sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kenaikan harga gula adalah mahalnya biaya kemasan.

“Gula pasir dijual dalam kemasan plastik. Kenaikan harga plastik otomatis mengerek harga jual ke konsumen,” ujarnya, Jumat (24/4).

Selain itu, fluktuasi pasokan bahan baku plastik yang dipengaruhi dinamika global turut memperburuk kondisi. Hal ini membuat biaya produksi dan distribusi gula semakin tinggi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemerintah sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah pasokan plastik.

“Pemerintah tidak diam, sedang mencari upaya agar problem kekurangan pasokan bahan baku plastik segera terselesaikan. Kami percayakan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian,” katanya.

Ketut menambahkan bahwa meski harga gula naik, sebagian besar daerah masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

Baca Juga :  Peringati Hari Bumi, BRI Peduli Tanam Mangrove di Bekasi Lindungi Pesisir dari Abrasi

Dari 171 daerah yang mengalami kenaikan IPH, hanya 135 kabupaten/kota yang melampaui HAP.

Dalam pantauan Bapanas, rerata harga gula konsumsi nasional naik dari Rp 18.412 per kilogram menjadi Rp 18.770 per kilogram pada 20 April. Kenaikan ini masih tergolong wajar, yakni sekitar 1,94 persen dalam sebulan terakhir.(*)

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode