Menu

Tambah Dermaga Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap Apresiasi Menhub

Juli 21, 2026

JAKARTA – Kebijakan Menteri Perhubungan yang tetap memberikan ruang bagi kapal berukuran sedang untuk beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk mendapat apresiasi dari DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap). Kebijakan tersebut dinilai sesuai dengan pola operasional penyeberangan yang memiliki fluktuasi volume kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

Ketua Bidang Usaha dan Tarif DPP Gapasdap, Rahmatika, mengatakan Menteri Perhubungan memahami bahwa aktivitas penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk tidak selalu berada dalam kondisi padat.

Menurutnya, dalam satu hari terdapat jam-jam dengan volume kendaraan tinggi (peak) maupun rendah (low). Kondisi serupa juga terjadi dalam satu pekan, di mana terdapat hari-hari dengan tingkat kepadatan berbeda.

“Kami juga mengapresiasi pengertian dari Menteri Perhubungan yang membuat kebijakan agar kapal yang ada di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan ukuran sedang tetap dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi ketika muatan dalam kondisi rendah. Dalam satu hari ada jam peak dan jam low, begitu pula dalam satu minggu ada hari peak dan hari low,” ujar Rahmatika.

Ia menjelaskan, pada saat volume kendaraan rendah, kapal berukuran lebih kecil dapat dioperasikan agar pelayanan tetap berjalan secara efisien. Sementara ketika memasuki periode padat, kapal berkapasitas lebih besar dapat kembali melayani penyeberangan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Mengawal Keheningan Malam: Polsek Semampir dan Satpol PP Bersinergi Jaga Kondusivitas Surabaya Utara

Selain itu, Rahmatika kembali menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perhubungan yang telah menyetujui percepatan pembangunan dan penambahan dermaga. Menurutnya, langkah tersebut akan mendukung pengoperasian kapal-kapal yang selama ini belum dapat beroperasi akibat keterbatasan fasilitas sandar.

Gapasdap berharap pemerintah dapat membangun sedikitnya dua pasang dermaga baru. Dengan demikian, sekitar delapan unit kapal yang saat ini tidak beroperasi karena kekurangan dermaga dapat kembali melayani penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

“Ini adalah bukti kehadiran negara terhadap kelancaran angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang handal dan berkelanjutan,” tutup Rahmatika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode