Menu

Hujan Deras Kembali Sebabkan Banjir, PMII Surabaya Soroti Efektivitas Proyek Drainase Bernilai Ratusan Miliar

Juni 22, 2026

Publikasiterkini° Surabaya _ Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada hari ini kembali memicu banjir dan genangan di berbagai titik. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas program penanganan banjir yang selama bertahun-tahun dijalankan Pemerintah Kota Surabaya melalui pembangunan gorong-gorong, box culvert, dan normalisasi saluran drainase yang menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Meski berbagai proyek infrastruktur pengendalian banjir terus digencarkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah kawasan masih terendam ketika curah hujan meningkat. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator bahwa pendekatan yang selama ini dilakukan belum sepenuhnya mampu menyelesaikan akar persoalan.

Ketua II PC PMII Surabaya, Abdul Aziz, menilai Pemerintah Kota Surabaya perlu memberikan penjelasan yang transparan kepada publik mengenai capaian dan efektivitas proyek-proyek drainase yang telah menghabiskan anggaran besar tersebut.

“Jika setiap hujan deras masyarakat masih harus menghadapi banjir dan genangan di titik-titik yang sama, maka wajar jika publik mempertanyakan sejauh mana efektivitas proyek drainase dan box culvert yang selama ini dibangun. Jangan sampai anggaran ratusan miliar rupiah hanya menghasilkan laporan proyek selesai secara administratif tanpa dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” tegas Abdul Aziz.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bangil dan Komunitas Pengusaha Gelar Aksi Sosial

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak dapat diukur hanya dari jumlah proyek yang diselesaikan, melainkan dari kemampuannya menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menilai banjir yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari aspek perencanaan, kualitas pelaksanaan, maupun pengawasan proyek.

Abdul Aziz juga mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap program penanganan banjir yang telah berjalan selama ini. Transparansi penggunaan anggaran, efektivitas desain saluran, hingga kualitas pengerjaan proyek harus dibuka kepada publik agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Pemkot tidak boleh berpuas diri hanya karena proyek fisik telah selesai dibangun. Yang dibutuhkan warga adalah hasil nyata berupa berkurangnya banjir dan genangan. Ketika masalah yang sama terus berulang, evaluasi terhadap kinerja dinas terkait menjadi sebuah keharusan,” ujarnya.

Ia juga meminta Wali Kota Surabaya mengevaluasi jajaran dinas dan pejabat teknis yang bertanggung jawab atas proyek-proyek pengendalian banjir. Menurutnya, setiap program yang menggunakan uang rakyat harus dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan dikerjakan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

“Jangan sampai proyek-proyek strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas justru dikelola tanpa perencanaan matang dan pengawasan yang ketat. Anggaran besar harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Pengendara Honda PCX Tewas di TKP Usai Tabrakan dengan Truk dan Pick Up di Menganti

PMII Surabaya menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik semata. Pemerintah juga harus memastikan pemeliharaan drainase berjalan optimal, melakukan normalisasi saluran secara berkala, serta menjamin konektivitas antarjaringan drainase berfungsi dengan baik agar mampu menampung dan mengalirkan debit air saat hujan deras.

“Evaluasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Masyarakat membutuhkan solusi yang terukur dan berdampak nyata, bukan sekadar proyek yang menghabiskan anggaran besar tetapi gagal mengurangi banjir yang terus berulang,” pungkas Abdul Aziz.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode