Menu

Pemprov Jatim Koordinasi dengan PLN Antisipasi Pemadaman 445 MW di Jam Puncak

Juni 22, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur akibat berkurangnya pasokan listrik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau perkembangan pasokan listrik dan mengantisipasi dampak pemadaman bergilir.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, berdasarkan laporan dari PLN, beberapa hari lalu terjadi kekurangan pasokan listrik yang menyebabkan kebutuhan pemadaman mencapai 445 Megawatt (MW) pada jam beban puncak.

“Pak Mustakim selaku GM PLN menyebut ada kekurangan pasokan. Kalau malam hari beban meningkat antara pukul 18.00 sampai 21.00. Total 445 MW yang harus dipadamkan, tetapi itu posisi berkemarin lusa,” ujar Emil di Surabaya kemarin (22/6).

Namun, kondisi pasokan listrik disebut mulai membaik dalam beberapa hari terakhir, sehingga pemadaman berangsur menurun. “Kemarin ada kabar bahwa minggu ini pasokan sudah berangsur-angsur meningkat sehingga kebutuhan pemadaman juga bisa dikurangi,” katanya.

Emil menegaskan, Pemprov Jatim memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah sektor strategis yang berpotensi terdampak pemadaman. Mulai dari perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, pelayanan air bersih PDAM hingga rumah sakit.

“Yang bahaya ini kan perlintasan kereta api, traffic light, PDAM, dan jangan sampai rumah sakit merasakan dampaknya. PLN sudah setuju bahwa kalau ada pemadaman yang terencana, harus mengabarkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadisdik Jatim Pastikan Kelancaran Daftar Ulang SPMB Tahap 2 di SMAN 20 Surabaya

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemprov telah menunjuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur sebagai koordinator pemetaan sektor-sektor vital yang harus mendapat prioritas pasokan listrik.

“Kami sudah minta Dinas ESDM menjadi koordinator untuk memastikan pemetaan sektor-sektor strategis. Jangan sampai perlintasan kereta mati tetapi tidak ada yang bisa mengantisipasi,” ujarnya.(RS).

 

Shofa•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode