Publikasiterkini.com° Surabaya _ Polisi masih menyelidiki kasus penipuan dan penggelapan motor modus pelaku memesan ayam geprek dengan jumlah banyak di kawasan Jalan Ketintang Madya, Surabaya.
Kanitreskrim Polsek Jambangan Iptu Lutfhie mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban terkait kasus tersebut. “Nggih (iya). Masih penyelidikan,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (26/5).
Dia menambahkan, pelaku diduga sudah melakukan aksi yang sama di lima lokasi berbeda di wilayah Surabaya. “Infonya TKP ada lima di wilayah Polrestabes Surabaya,” ungkapnya.
Salah satu korban Arif Farhansyah mengungkapkan setelah menjadi korban penggelapan motor dirinya mencoba mengumpulkan informasi pada Januari 2026. Usut punya usut ternyata ada korban lain dengan pelaku orang yang sama. “Kasus lain banyak dilakukan. Saya pegang (dapat informasi) lima kasus modus sama pelaku sama TKP berbeda,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, apes dialami Hafiz, 26, seorang penjual ayam geprek di Jalan Ketintang Madya, Surabaya. Motor Honda Beat miliknya raib digelapkan pria yang membeli ayam geprek dalam jumlah 20 bungkus Jumat (15/5) siang.
Hafiz mengatakan awalnya pelaku datang memesan ayam geprek sebanyak 20 bungkus dan es teh. Pelaku mengaku bekerja di kantor partai Jalan Ketintang Madya, Surabaya.
Namun setelah pesan, pelaku bilang hendak ke toko roti terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, pelaku datang jalan kaki. Akan tetapi karena pesanan belum jadi, pelaku minta dua bungkus terlebih dahulu dan mengajak korban ke kantor partai untuk urusan pembayaran.
“Saya bungkusin dua dulu, terus saya antar pelaku ke kantor partai Jalan Ketintang Madya,” ucapnya, Senin (25/5).
Sesampainya di kantor partai, pelaku masuk ke dalam kantor selama kurang lebih 15 menit. Korban menunggu di luar. Tak lama berselang pelaku keluar dan bilang ke korban untuk membuatkan nota. Tanpa disadari kunci motor yang ada di samping korban sudah diambil pelaku. (*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini