Menu

DUA PETUGAS PARKIR LUKA BACOK USAI BENTROK DENGAN DEBT COLLECTOR DI BASUKI RAHMAT

Juli 28, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Dua petugas parkir menjadi korban pembacokan oleh sekelompok debt collector di halaman parkir kafe Jalan Basuki Rahmat, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.

Hingga Selasa (28/7), kedua korban berinisial F, 25, dan D, 28, masih menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo.
“F dan D masih dirawat di rumah sakit. Kondisinya sudah mulai membaik,” ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi.

F mengalami luka bacok di bagian punggung. Sementara D terluka di area tangan.

Bermula dari Penarikan Mobil
Peristiwa itu bermula saat sekelompok debt collector mendatangi parkiran kafe untuk menarik mobil milik salah satu pegawai.

Saat itu, pihak debt collector diduga belum bisa menunjukkan surat-surat penarikan. Upaya mediasi oleh petugas parkir dan sekuriti pun gagal. Adu mulut berujung saling pukul.

Tak lama, kelompok debt collector meninggalkan lokasi. Beberapa saat kemudian mereka kembali dengan jumlah lebih banyak dan membawa senjata tajam.

Terekam CCTV, Pelaku Sekitar 20 Orang
Aksi pembacokan itu terekam kamera pengawas di sekitar lokasi. Dalam rekaman terlihat sekitar 20 orang mendatangi kafe. Beberapa di antaranya masuk ke dalam ruangan untuk mencari korban.

Baca Juga :  Bambang Haryo Apresiasi UMKM Bolu Minul yang Viral, Siap Fasilitasi Pengembangan Usaha

“Begitu korban keluar, langsung terjadi pembacokan dan pengeroyokan,” kata Iptu Vian.

Polisi menyebut awalnya yang bentrok adalah pihak valet dan debt collector. Namun dalam perkembangan terbaru, laporan yang masuk berasal dari pihak valet. “Yang terlibat ricuh valet sama DC. Yang kena korban anak valet. Yang laporan dari pihak valet,” ujar Vian pada Minggu (26/7).

Masih Lidik
Hingga kini Satreskrim Polsek Genteng bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.
“Masih lidik,” tegas Vian.

Polisi juga masih mendalami motif penarikan serta asal-usul senjata tajam yang digunakan pelaku.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode