Menu

PC PMII Surabaya Geram: Dishub Pilih Bungkam, Persoalan Krusial Kota Terabaikan

Mei 15, 2026

Publikasiterkini.com° SURABAYA — PC PMII Kota Surabaya menyoroti sikap Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang tidak menemui massa audiensi PC PMII Surabaya pada Selasa kemarin. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk antipati terhadap berbagai persoalan krusial yang berkaitan langsung dengan kewenangan Dinas Perhubungan di Kota Surabaya.

Audiensi yang sedianya digelar untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap persoalan transportasi dan pelayanan publik itu tidak mendapatkan respons sebagaimana mestinya dari pihak Dishub Surabaya.

PC PMII Surabaya menilai, absennya pihak Dishub dalam ruang audiensi bukan sekadar persoalan administratif, melainkan mencerminkan rendahnya sensitivitas institusi publik terhadap kritik dan keresahan masyarakat.

“Ketika mahasiswa datang membawa aspirasi terkait persoalan transportasi, parkir liar, kemacetan, hingga pengawasan pelayanan publik, namun justru tidak ditemui, maka publik berhak menilai ada sikap antipati terhadap isu-isu krusial yang menjadi tanggung jawab Dishub,” tegas PC PMII Surabaya, Rabu (14/5).

Dalam agenda audiensi tersebut, PC PMII Surabaya sejatinya hendak mempertanyakan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Surabaya, mulai dari maraknya parkir liar dan jukir ilegal, dugaan kebocoran retribusi parkir, lemahnya pengawasan fasilitas pedestrian, hingga efektivitas penataan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.

Baca Juga :  Ketua II PC PMII Surabaya Soroti Absennya PKC PMII Jatim dalam Isu Buruh dan Agenda Kerakyatan

Menurut PC PMII Surabaya, ruang audiensi seharusnya menjadi forum terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam membahas problem pelayanan publik, bukan justru dihindari.

“Dishub adalah institusi pelayanan publik. Maka kritik dan kontrol sosial tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari upaya bersama membenahi tata kelola transportasi kota,” lanjutnya.

PC PMII Surabaya juga menilai sikap tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen Dishub dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi yang setiap hari dirasakan warga Surabaya.

“Kami melihat ada persoalan serius ketika institusi publik justru menutup ruang dialog. Padahal substansi yang kami bawa adalah kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Atas hal tersebut, PC PMII Surabaya mendesak adanya keterbukaan dan itikad baik dari Dishub Surabaya untuk segera membuka ruang komunikasi dan evaluasi terhadap berbagai persoalan transportasi kota.

“Jangan sampai Dishub terkesan hanya ingin mendengar pujian, tetapi alergi terhadap kritik. Kota Surabaya membutuhkan institusi yang responsif, terbuka, dan berani bertanggung jawab atas persoalan publik,” pungkasnya.

 

Sumber: Aziz S.H.

Editor: SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode