Menu

Wagub Jatim Sidak Pangkalan di Desa Kemiri Puspo Pasuruan Usai Warga Keluhkan Elpiji 3 Kg Langka

April 17, 2026

Publikasi-terkini° Pasuruan _ Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kekosongan elpiji 3 kg di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, dengan melakukan peninjauan langsung ke pangkalan, Rabu (15/4) siang

Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya kekosongan tabung elpiji yang dipicu oleh sejumlah faktor, baik dari sisi distribusi maupun perilaku konsumsi masyarakat.

“Ini adalah elpiji melon, tapi yang ada di sini posisinya tabung kosong semua. Nanti akan diambil oleh truk sore hari. Jadi memang kita akui ada masalah, karena stok di pangkalan wilayah Kecamatan Puspo, khususnya Desa Kemiri, beberapa dalam kondisi kosong,” ujar Emil.

Ia menjelaskan bahwa kekosongan tersebut sempat dipengaruhi keterlambatan distribusi di tingkat hulu. Namun, kondisi tersebut kini telah mulai teratasi dengan masuknya pasokan baru.

“Memang kemarin sempat ada delay dalam pengiriman di hulunya, tapi sudah dikompensasi dan pasokan sudah datang. Namun di hilirnya ini ada perubahan pola beli masyarakat,” jelasnya.

Wagub Emil mengungkapkan, dari hasil dialog dengan warga, ditemukan adanya kecenderungan pembelian elpiji dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki lebih dari satu tabung kosong di rumah.

Baca Juga :  Anyaman Rotan Sintetis Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan Lapas I Madiun

“Saya tanya ke warga, bagaimana caranya orang bisa beli gas lebih dari biasanya. Ternyata karena banyak yang punya tabung kosong di rumah. Ada yang datang bawa dua sampai tiga tabung sekaligus, alasannya untuk kebutuhan hajatan atau antisipasi,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan semu akibat kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan elpiji, sehingga mendorong pembelian berlebih.

“Artinya ada ruang masyarakat membeli lebih karena takut elpiji langka. Tabung kosong yang ada di rumah itu kemudian diisi semua. Ini yang membuat distribusi jadi terasa tidak merata,” katanya.

Di sisi lain, Emil juga mengungkap adanya praktik penyelewengan distribusi elpiji yang turut memperparah kondisi di lapangan. Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.(*)

Red•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode