Menu

DRAMA SAKERA VS BRN: Konfrontir di Polres Pasuruan Bongkar Dugaan Skenario Pengeroyokan

April 14, 2026

Publikasiterkini° Pasuruan _ Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Jawa Timur dan LPK-SM SAKERA memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan menggelar agenda konfrontir yang mempertemukan kedua belah pihak di ruang Unit Resmob, Senin (13/4/2026).

Konfrontir tersebut berkaitan dengan laporan dugaan penganiayaan yang disebut terjadi pada Senin dini hari, 22 Desember 2025. Kedua pihak hadir dengan didampingi kuasa hukum masing-masing.

Dari pihak BRN Jawa Timur, dua saksi berinisial Fs dan Iw hadir sebagai saksi terlapor, didampingi kuasa hukum Dodik Firmansyah. Sementara dari kubu LPK-SM SAKERA, hadir sekitar tujuh orang, termasuk tersangka berinisial K dan pelapor Ali Ahmad Amrulloh (25), dengan pendampingan kuasa hukum Cahyo.

Kuasa hukum BRN, Dodik Firmansyah, menegaskan pihaknya kooperatif dalam menjalani proses hukum. Ia juga menyoroti sejumlah kejanggalan yang muncul dalam proses konfrontir.

“Kami hadir sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum. Namun, dari hasil konfrontir, tidak ada satu pun saksi yang melihat langsung adanya penganiayaan. Bahkan pelapor sendiri menyebut tidak ada pemukulan saat ditanya penyidik,” ujar Dodik, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya dan Kantor PKB, Desak Oknum Anggota Dewan Dipecat

Ia juga mempertanyakan dasar hukum jika ada desakan penetapan tersangka terhadap kliennya.

“Penetapan tersangka harus berbasis alat bukti yang kuat, bukan asumsi,” tegasnya.

Selain itu, Dodik menyoroti kejanggalan terkait luka yang diklaim dialami pelapor. Ia menyebut pemeriksaan medis yang dilakukan pelapor tidak melalui prosedur visum et repertum resmi dari kepolisian.

“Pelapor langsung ke rumah sakit tanpa rekomendasi visum dari polisi. Artinya itu hanya rekam medis, bukan visum resmi. Luka tersebut harus diuji, apakah benar akibat penganiayaan atau faktor lain,” jelasnya.

Di sisi lain, kasus ini semakin kompleks dengan munculnya keterangan sejumlah saksi yang mengarah pada dugaan rekayasa peran korban.

Dalam pemberitaan sebelumnya, seorang saksi yang enggan disebutkan identitasnya mengungkap bahwa pelapor diduga menyusun skenario untuk membangun citra sebagai korban pengeroyokan.

Saksi tersebut menyebut, usai kejadian, pelapor terlihat dalam kondisi sehat saat berada di rumahnya di wilayah Sukorejo. Bahkan, ia disebut masih sempat merokok dan bercengkerama dengan rekan-rekannya.

“Ada momen ketika dia diminta berbaring untuk difoto agar terlihat seperti korban pengeroyokan,” ungkap saksi tersebut.

Baca Juga :  Polisi di Tutur Pasuruan Turun ke Ladang, Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional

Keterangan lain juga menyebut bahwa narasi pengeroyokan yang selama ini berkembang diduga tidak sepenuhnya sesuai fakta di lapangan.

Seorang saksi lain mengungkap bahwa peristiwa yang terjadi lebih mengarah pada aksi saling pukul, bukan pengeroyokan sepihak.

“Dia bukan murni korban. Itu saling pukul. Karena wajahnya lebam, akhirnya mengaku sebagai korban,” ujarnya.

Selain itu, beredar pula informasi terkait keterlibatan seorang pria bernama Samsul Arifin yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia disebut berada di lokasi kejadian dan diduga turut melakukan pemukulan, meski sebelumnya membantah keterlibatan.

Saksi juga menilai video yang beredar di masyarakat tidak menampilkan kejadian secara utuh.

“Video itu sudah terpotong. Versi lengkapnya menunjukkan awal kejadian berbeda,” katanya.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Pasuruan masih mendalami keterangan para saksi serta alat bukti yang ada. Proses penyidikan yang profesional, transparan, dan berbasis fakta dinilai menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran dalam perkara ini.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat adanya perbedaan keterangan yang signifikan antara pelapor dan saksi di lapangan. lim

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode