Menu

Harga Cabai Melokot, Merah Rawit Tembus Rp 85.000 per Kg!

April 13, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Harga cabai kembali mengalami lonjakan secara nasional pada pertengahan April 2026. Komoditas cabai rawit merah bahkan menembus kisaran Rp 83.100 hingga Rp 85.000 per kilogram di tingkat eceran. Kenaikan harga komoditas tersebut juga terjadi di Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per 13 April 2026, harga cabai rawit merah di tingkat provinsi tercatat rata-rata Rp 60.693 per kilogram dari 38 kabupaten atau kota.

Harga tertinggi tercatat di Kota Malang sebesar Rp 73.333 per kilogram, sementara harga terendah berada di Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 52.500 per kilogram.

Sementara itu, untuk cabai merah besar, harga rata-rata di Jawa Timur berada di angka Rp 34.544 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 42.500 per kilogram dan terendah di Kabupaten Situbondo sebesar Rp 25.333 per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Jawa Timur, Nanang Triatmoko, mengungkapkan bahwa di tingkat petani, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram.

Baca Juga :  Anyaman Rotan Sintetis Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan Lapas I Madiun

Sedangkan cabai merah besar sekitar Rp 25.000 per kilogram. “Sebenarnya di tingkat petani tidak terjadi kenaikan harga signifikan,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai kali ini dipicu oleh sejumlah faktor, terutama gangguan pasokan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. “Curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus mengganggu distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumen,” ujarnya, Senin (13/4).

Selain itu, hambatan panen juga menjadi penyebab utama terbatasnya pasokan. Beberapa daerah sentra produksi dilaporkan mengalami gagal panen, sehingga distribusi ke wilayah lain ikut terdampak. Di sisi lain, lonjakan biaya produksi di tingkat petani turut memperparah kondisi. Kenaikan harga pupuk serta biaya operasional membuat harga jual ikut terdorong naik.(*)

Red•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode