Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya revitalisasi Terminal Tambak Osowilangun sebagai simpul strategis transportasi darat di jalur pantai utara (pantura) Jawa. Hal tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi terminal di Surabaya, Rabu (25/3/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bambang Haryo tidak sekadar melakukan inspeksi formal, tetapi juga menyoroti peran vital terminal dalam mendukung pergerakan ekonomi kawasan industri di Surabaya, Gresik, hingga Sidoarjo. Menurutnya, lokasi terminal yang berada di jalur penghubung kota-kota besar seperti Semarang, Tegal, hingga Jakarta menjadikan Osowilangun memiliki nilai strategis yang tinggi.
“Ini sebenarnya terminal tipe A yang sangat strategis, walaupun sekarang menjadi tipe C. Letaknya berada di jalur utara yang menjadi tulang punggung mobilitas logistik dan penumpang,” ujar Bambang Haryo.
Ia menjelaskan bahwa jalur pantura merupakan salah satu jalur utama distribusi barang dan jasa di Pulau Jawa. Oleh karena itu, keberadaan terminal yang optimal akan berdampak langsung pada kelancaran arus ekonomi regional.
Meski saat ini aktivitas penumpang belum maksimal, Bambang Haryo menilai fasilitas sarana dan prasarana di Terminal Osowilangun masih sangat layak untuk dikembangkan. Lahan parkir yang luas serta infrastruktur dasar dinilai mampu mendukung operasional dalam skala besar.
“Sarana dan prasarananya sebenarnya sudah memenuhi syarat. Tinggal bagaimana memperkuat konektivitasnya melalui integrasi antarmoda,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa salah satu kunci kebangkitan terminal adalah kemudahan akses. Menurutnya, masyarakat akan kembali menggunakan transportasi bus apabila tersedia angkutan lanjutan yang terintegrasi dari dan menuju terminal.
Lebih jauh, Bambang Haryo melihat terminal bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, melainkan bagian penting dari sistem transportasi nasional yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Terminal Tambak Osowilangun menyambut baik perhatian tersebut. Ia menyebut bahwa pihaknya tengah berupaya meningkatkan fungsi terminal, termasuk dengan mengarahkan angkutan barang untuk masuk ke area terminal guna mengurangi kemacetan di jalan sekitar.
Selain itu, tren jumlah penumpang juga mulai menunjukkan peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama karena sebagian masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi atau moda transportasi alternatif dengan biaya lebih murah.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran Terminal Osowilangun sebagai pusat transportasi darat yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini