Menu

PKC PMII Jatim Gelar Aksi Solidaritas di Depan Konjen AS: Massa Tuntut Deportasi Warga AS dari Jawa Timur

Maret 9, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar aksi pembacaan pernyataan sikap di depan Gedung Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Senin (9/3/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk respons terhadap eskalasi konflik dan agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Awalnya massa berupaya membacakan pernyataan sikap tepat di depan gedung Konjen AS. Namun aparat keamanan tidak mengizinkan dengan alasan area tersebut harus steril. Massa akhirnya melakukan pembacaan sikap di seberang jalan gedung diplomatik tersebut.

Dalam orasi yang disampaikan, koordinator lapangan aksi menyebut bahwa tindakan militer yang terjadi dinilai telah melampaui batas kemanusiaan dan menimbulkan banyak korban jiwa, terutama warga sipil di Iran dan wilayah sekitarnya.

“Konjen AS adalah representasi Amerika di Jawa Timur. Tentu ini menjadi ironi di tengah arogansi Trump yang menempatkan nyawa warga Iran di depan moncong rudal Tomahawk. Maka sebagai bentuk solidaritas, kami berdiri di sini untuk menyampaikan kegelisahan sebagai manusia sekaligus sebagai warga negara yang mungkin saja akan mengalami hal yang sama dengan warga Iran di masa depan,” ujar Koordinator Lapangan, Aqyas.

Baca Juga :  Musawwi: Krisis Humanisasi Penertiban Pemkot Surabaya, Layaknya Seperti Premanisme!

Tuntutan kepada Gubernur Jawa Timur

Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Gubernur Jawa Timur.

Adapun poin tuntutan yang disampaikan antara lain:

  1. Meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara terbuka mengecam agresi militer Amerika Serikat dan Israel.
  2. Mendesak Gubernur Jawa Timur mengambil langkah kebijakan luar biasa dengan mendeportasi seluruh warga negara Amerika Serikat yang berada di wilayah Jawa Timur.
  3. Tuntutan deportasi tersebut diajukan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap ribuan warga Iran yang menjadi korban agresi militer.
  4. Meminta dilakukan peninjauan ulang terhadap seluruh kerja sama strategis antara Pemprov Jawa Timur dengan pihak yang dinilai terafiliasi dengan kebijakan militer Amerika Serikat.
  5. Mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk secara terbuka menyatakan keluar dari Board of Peace karena dinilai mencederai marwah bangsa Indonesia.

“Kami tidak bisa berdiam diri melihat ribuan nyawa tak berdosa melayang. Kehadiran warga negara dari negara yang melakukan agresi aktif di tanah Jawa Timur menjadi luka bagi rasa kemanusiaan kita. Kami meminta Ibu Gubernur segera mengambil tindakan tegas,” tegas Aqyas.

Baca Juga :  BHS Dampingi Ketua MPR Nikmati Kuliner, Tekankan Peran Ekraf

Ia juga menegaskan bahwa massa aksi akan kembali melakukan konsolidasi dan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons oleh pihak berwenang.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (sem)

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode