Publikasi-terkini.com° Lumajang – Kabupaten Lumajang menyiapkan skema Walk In Interview untuk mengatasi angka pengangguran.
Total terdapat 19.771 penduduk usia kerja di Kabupaten Lumajang tercatat masih menganggur.
Hal itu seperti yang diungkap dari data BPS Lumajang pada 2025.
Data tersebut menunjukkan tantangan serius di sektor ketenagakerjaan, meskipun jumlah penduduk usia kerja di daerah ini terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data ketenagakerjaan, jumlah penduduk usia kerja (PUK) di Kabupaten Lumajang pada Agustus 2025 mencapai 921.597 orang, naik 6.299 orang dibandingkan Agustus 2024.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 641.835 orang atau 69,64 persen termasuk dalam kategori angkatan kerja.
Namun, tidak seluruhnya terserap pasar kerja, karena 19.771 orang di antaranya masih berstatus pengangguran, sementara 622.064 orang tercatat bekerja.
Meski jumlah pengangguran mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja justru menurun sebanyak 6.747 orang dibandingkan Agustus 2024, seiring berkurangnya jumlah penduduk bekerja dan pengangguran.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Lumajang pada Agustus 2025 tercatat sebesar 69,64 persen, atau turun 1,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ketimpangan partisipasi kerja juga masih terlihat jelas berdasarkan jenis kelamin, di mana TPAK laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan terobosan penempatan tenaga kerja melalui skema Walk in interview yang akan diterapkan mulai 2026.
Skema ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung melalui proses wawancara di lokasi yang difasilitasi pemerintah daerah.
Melalui pola ini, pencari kerja tidak perlu melalui proses administrasi yang panjang. Mereka dapat datang langsung dan mengikuti seleksi, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan terarah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subechan, menjelaskan bahwa Walk in interview memiliki konsep serupa dengan job fair, namun lebih fleksibel dan dapat digelar secara berkala.
Sofi/Tj


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini