Publikasi-terkini° Surabaya _ Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan nasional melalui pengendalian Tuberkulosis (TBC) dan penyakit menular lainnya. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke RSUD Husada Prima Surabaya (RS Paru Surabaya), Jumat (23/1/2025).
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu disambut langsung oleh Direktur RSUD Husada Prima Surabaya, dr. Eka Basuki Rachmad. Dalam dialog bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, Ning Lia menyoroti tingginya beban TBC di Indonesia yang masih menjadi persoalan serius.
Berdasarkan data tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi setelah India, dengan estimasi lebih dari satu juta kasus baru setiap tahunnya. Kondisi tersebut, menurut Ning Lia, tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh besar terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Masalah TBC dan penyakit menular memiliki efek domino. Jika tidak ditangani serius, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor kehidupan,” ujar Lia Istifhama.
Ia menekankan pentingnya penguatan deteksi dini serta edukasi kesehatan secara masif hingga ke tingkat akar rumput. Rumah sakit paru, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penanganan sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit menular.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komite III DPD RI terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ning Lia menegaskan bahwa kebijakan kesehatan tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus berangkat dari kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Temuan serta aspirasi tenaga kesehatan di daerah akan menjadi bahan penting dalam evaluasi dan perumusan kebijakan di tingkat pusat,” tegasnya.
Selain isu TBC, agenda reses yang dilaksanakan sesuai mandat Pasal 22D UUD 1945 ini juga menyoroti sejumlah isu strategis lainnya, seperti transformasi pendidikan kesehatan serta pengendalian konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Ketiga isu tersebut dinilai saling berkaitan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui penguatan regulasi dan layanan kesehatan berbasis komunitas, Ning Lia berharap beban penyakit menular di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen DPD RI untuk memastikan kebijakan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (bo)
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini